Blog Mempercepat Solusi dan Silaturahmi ~ sebuah blog yang tahu diri

Jumat, November 30, 2007

Blog Mempercepat Solusi dan Silaturahmi

Sore ini dapat ''jalan komunikasi'' yang beda, tapi puncanya sama, yakni blog. Pertama surat beramplop putih dan berperangko budaya Papua tapi stempelnya, saya yakin bukan dari Papua. Kedua, chatingan dari seseorang mantan murid SMP yang pernah saya ajari jurnalistik tujuh tahun lalu.

Yang surat, bisalah disebut surat kaleng. Tanpa ada alamat pengirim. Baik di amplop maupun di pengantar suratnya. Hanya tertulis ''sedare sekampong''. Tapi lampiran surat itu ada empat lembar. Isinya, soal postingan saya di blog ini tentang Speedy saya yang kena petir. Ternyata postingan ini jadi pembicaraan ''hangat'' di Telkom Riau Kepulauan (Rikep). Dikirim melalui ke berbagai email seluruh karyawan Telkom di Kepulauan Riau ini (setidaknya itu menurut info isi surat kaleng). ''Kalau bapak mau tahu, email ini terbaca oleh seluruh pegawai Telkom di Provinsi Kepri ini. Ratusan jumlahnya pak.''

Salah satu yang menanggapi postingan itu, menurut si pengirim surat kaleng, terkesan penghinaan terhadap saya. Saya sadurkan sedikit isi email itu; ''Menurut saya pelangan jenis ini gak usah diurus!!! Ini jenis pelanggan cari GRATISAN!!...''

Kalau saya baca dan masukkan ke hati, sebenarnya miris juga. Tapi mungkin yang nulis, belum baca betul seperti apa isi postingan saya itu (klik ini). Karena, saya tidak menyebutkan Speedy (keseluruhannya) mengecewakan, tapi khusus Speedy saya saja. Saya juga tidak minta modem saya diganti. Satu hal lagi paling penting, saya juga tidak bawa nama instansi tempat saya bekerja. Saya berkesimpulan, persepsi negatif saja yang membuat emailnya berisikan yang di atas tadi, dan juga kalimat ini; ''...tapi masih mental gratisan.''

Tapi tak apalah, Speedy saya sudah oke lagi kok. Ternyata silaturahmi yang bikinnya mendapatkan solusi yang oke lagi (klik ini). Dan bisa jadi juga, silaturahmi itu yang bakal menyelamatkan omset Telkom Batam, seminimalnya 200 ribuan dari pemakaian Speedy saya, dan pemakaian minimal 100 ribu telepon rumah saya. He..he...

***
Yang chatingan dengan mantan murid SMP, ini berawal dari dia menanggapi isi postingan blog saya tentang Melayu. Lalu berlanjut pada tanggapan yang terakhir, soal postingan saya tetap di Batam. Dari sinilah, dia mengingatkan, bahwa pernah ikutan pelatihan jurnalistik di SMP 9 Batuaji, yang salah satu pembicaranya saya. ''Jadi ingat, 5W 1 H,'' katanya.

Lebih senang lagi, ilmu yang diajarkan saat saya gugup berdiri di depan anak-anak SMP itu, ternyata ada juga melekat pada dia. Ya, tentu saja, karena dia ternyata orang yang senang belajar otodidak. Saya kutipkan salah satu kalimatnya saat chating dengan saya, yang saya simpan dengan senang hati. ''saya kan cuma tamatan sma ...bang...'' Sungguh berbeda dengan kalimat yang menanggapi postingan soal Speedy, padahal sudah S2. Hi...hi....


NB: Eiiitss...aline terakhir kata pengantar surat kaleng berisi ini: ''Silakan bapak telaah bahasa....(tak usah saya tulis namalah) ini, silakan tuntut secara hukum, yaitu perbuatan tidak menyenangkan, penghinaan dengan mengekspos kepada umum ...'' Jawaban saya: hmmm...kalau memperpanjang silaturahmi, tak usah ditanggapi, tapi diresapi saja...hi..hi...

NB: Saya juga sudah tahu wajah yang menulis email tanggapan soal Speedy saya itu. Lengkap dengan alamat dan telepon rumahnya, juga jabatannya. Mbah Google yang beritahu. Tapi mau saya apakan ya? He..he...


NB: Hingga postingan ini terakhir ditulis, saya belum dapat SMS lagi dari mak yang sekarang berada di Madinah. Semoga lagi khusuk beribadah. Amien!

2 komentar:

Anonim mengatakan...

Membaca psotingan ini tentang surat kaleng yang bang Ade terima

Luar biasa...saya kagum dengan kedasyatan blog bang Ade yang menggetarkan Telkom Batam...hehe

agung wahyudi mengatakan...

Bos..bukannya tidak etis mengungkapkan 'isi percakapan rumah tangga orang' ke khalayak umum, apalagi beritanya hari surat kaleng..tapi apa mo dikata..blogger juga manusia :p hehe..