Tadi siang dan dimulai pukul 13.00 WIB di ruang luar Aula Kantor Gubernur Provinsi Kepri, Tanjungpinang. Dimulai awal, pilihan keputusan beberapa orang yang akan dinilai sebuah tim. Pilihan itu bernilai 200 perak, 500 perak dan 750 perak. Saya mengambil keputusan 750 perak, tapi belum tentu dipilih yang menilai, meskipun itu angka sama saat diputuskan tahun 2007 lalu.
Hmmm...pusing juga membuat alenia pertama itu ya. Itulah angka penawaran berturut-turut dari koran Sijori Mandiri, Tribun Batam dan Posmetro Batam dalam tender proyek lelang untuk penayangan pengumuman iklan lelang se-Provinsi Kepri. Tentu saja angka itu dibumbui ukuran per milimeter kolomnya. Tahun lalu Posmetro menang, tapi karena berbagai pertimbangan, kami tak berani lagi bikin harga lebih rendah dari 750 itu, di mana kami tahun lalu diputuskan sebagai pemenangnya.
Peluang terbesar untuk menang tetap ada pada Sijori. Sedangkan koran tempat saya bekerja, kali ini benar-benar jadi underdog, sesudah pembukaan surat penawaran lelang itu. Tahun lalu, kami underdog, bahkan jauh sebelum lelang itu dimulai.
Tapi mengapa Sijori yang tahun 2007 lalu menawarkan 1.200 perak, kini hanya 200 perak? Begitu juga Tribun yang tahun lalu 5.000 perak lebih, kini hanya 500 perak? Hmm...itu tetap saja pilihan masing-masing. Bagaimana pilihan ketetapan hari ini, akan terasa setahun lamanya, dan itu akan ditanggungjawabi masing-masing. Termasuk saya, yang tak berani menurunkan harga. He...he....
NB; Tapi tadi saat rapat divre Batam, saya sudah sampaikan alasan angka 750 itu. Dan semoga angka itu dan hari ini, jadi hari paling bersejarah bagi saya dalam mengambil keputusan.
Kamis, Juni 05, 2008
Pilih 200, 500 atau 750?
at 6/05/2008 08:39:00 PM 5 comments
Labels: Posmetro
Selasa, April 01, 2008
Last Ferry, Nambah Rezeki
''Mulai 1 April last fery dr punggur ke tpi jam 8 mlm''
Mulyadi, Manajer Pemasaran dan Iklan Posmetro Batam, yang kirim SMS siang kemarin. Di otak dia, sudah berputar berapa kemungkinan laku koran akan terjadi. Dan ini tentu saja, harus tahu seluruh awak redaksi agar kembali mengejar deadline ''sesungguhnya''. Cetak mulai jam 6 sore, dan bisa mengejar pengangkutan koran untuk kawasan Tanjungpinang dan Pulau Bintan sekitarnya. Bisakah?
Itu adalah kerja keras Pemimpin Redaksi, Ramon Damora dan pasukannya. Karenanya, SMS Mulyadi pun jadi berantai dikirim. Ke Pemred hingga ke Redaktur Pelaksana Haryanto. Haryanto tentu saja akan kirim lagi ke bawahnya. Dan hingga pagi ini, tekad untuk mengejar deadline itu dicanangkan.
Bagi kami, cetak jam 6 sore (untuk koran edisi esok harinya) sebenarnya bukan hal mustahil. Bahkan kami pernah cetak lebih cepat lagi. Jam 2 atau jam 3 siang malah. Saat kami memiliki empat koran yang berbeda-beda untuk kawasan Bintan, Karimun dan Batam sendiri. Bahkan pernah pula ''menjajah'' dengan ada koran bernama Rakyat Selatpanjang.
Tapi, kini lain soalnya. Karena kami mendapat berkah sebagai koran pemenang tempat penayangan iklan proyek se-Provinsi Kepri. Baik untuk tingkat kabupaten/kota maupun provinsi sendiri. Nah, tentu saja tergantung juga pada pengiriman materi iklan, oleh abang-abang kami yang PNS itu. Namun, mulai hari ini, Insya Allah kami tak beri toleransi lagi dari batas deadline yang kami persiapkan untuk mereka. Tak masuk materinya lebih cepat, alamat besok tak kami muat.
Last ferry, alias ferry terakhir jam 8 malam, memang doa kami sepanjang hari. Ini agar kami bisa jadi koran paling cepat sampai di Pulau Bintan, dengan biaya pengiriman murah. Malah, bila last ferry ini terus terjadwal, maka masyarakat Tanjungpinang akan bisa menikmati koran justru lebih cepat dari Batam. Karena, biasanya pengecer ingin menjual segera di saat koran itu nanti sudah datang pukul 9 malam.
Last ferry, Insya Allah menambah rezeki bagi banyak orang. Amien.
at 4/01/2008 10:21:00 AM 0 comments
Labels: Posmetro
Kamis, Februari 14, 2008
Sewindu semangat Usia POSMETRO
Yang lain merayakan valentine, kami merayakan ulang tahun perusahaan. Perusahaan yang menerbitkan koran POSMETRO BATAM. Delapan tahun usia, adalah awal kembali ''menegakkan'' diri di tengah persaingan ketat dunia surat kabar di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). 
Memori delapan tahun lalu, terkuak lagi. Bagaimana ''susahnya'', mengatasi kendala dengan semangat ''melawan'' untuk menerbitkan pertama kali, 14 Februari 2000. Tentu saja dimulai pada sehari sebelumnya 13 Februari awal kerja itu. Meskipun 10 Februari (ketika saya pertama kali menginjak kaki di Batam, sudah mulai dipersiapkan teman-teman; Socrates, dan Andra S Kelana, apa yang menjadi HL utama penerbitan perdana).
Semangat itu, Insya Allah, masih terpupuk dalam relung hati dan darah awak POSMETRO (begitu kini kami biasa menyebutkan koran kami). Bahkan, ketika awak POSMETRO itu menjadi mantan (karena pindah ke koran lain, baik satu grup maupun lain grup), semangat itu tetap ''disebut-sebut''. Misalnya seperti ini; ''beda, semangat orang POSMETRO ini.''
Tapi, seiring waktu, tentu semangat itu tentu tidak lagi seperti saat ''jadul'' lagi. Samalah, dengan bedanya semangat 45' dengan semangat 66' atau kita yang berada di semangat 00' ini. Apalagi, sudah banyak ''wajah-wajah'' baru masuk. Bisa jadi malah, semangat POSMETRO yang ''angkatan 45' '' pantas untuk berganti dengan semangat ''angkatan saat ini''. Karena, konsumen akan terus meminta peningkatan kepuasan membaca atau memasang iklan di POSMETRO.
Hmm...jadi sangat serius pula saya hari ini. Saya tutup sajalah postingan ini ya. Semoga yang masih karyawan bisa tetap ''semangat''. Yang mantan (sudah tersebar ke berbagai kota di Indonesia), juga tetap ''semangat''. Dan yang tidak sama sekali, tolong doakanlah kami. He...he...
NB: Postingan pertama ini selesai diketik 9.33 WIB. Mungkin nanti menyusul ada postingan kedua. Karena jam 12.00 WIB ada makan siang pakai nasi bungkus menyambut ultah POSMETRO. He..he...lapar...
NB: POSMETRO jadi pemenang dan berhak mendapat kue Ultah dari Takadeli. Radio BATAM FM setiap jam 9.00 menggelar acara ucapan ultah. Siapa yang mendapat kirimian ucapan paling banyak, maka jadi pemenangnya. Mau tahu siapa yang ngucapkan? Setelah saya selidiki ternyata bukan karyawan sendiri. Biasanya tahun lalu, yang nelpon ke radio itu dimotori Sekretaris Redaksi, Mala. Tapi kali ini tidak. Wow...berarti masyarakat umum. Alhamdulillah...
at 2/14/2008 09:13:00 AM 0 comments
Labels: Posmetro


