
Akhirnya dicopot, meskipun sebenarnya lebih layak dipecat ya? Saya kutip beritanya dari Kompas.com berikut ini:
Pergantian Kepala Kepolisian Daerah Irjen Pol Nanan Sukarna dan Kepala Kepolisian Kota Besar Medan Anton Suhartono tidak bisa dielakkan. Mereka dianggap tak mumpuni mengawal demo maut yang merenggut nyawa Ketua Dewan Perwakilan Daerah Sumatera Utara Abdul Azis Angkat.
Hal ini ditegaskan Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri seusai melapor hasil sementara Tim Khusus Markas Besar Kepolisian RI ke Kepala Negara Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (6/2).
Kapolri yang hadir bersama Menko Polhukam Widodo AS menjelaskan, pergantian petinggi Polri di tingkat daerah ini akan berjalan dalam waktu dekat. Lebih lanjut Kapolri menegaskan, pergantian dimaksudkan untuk aspek pembinaan dan bukannya tekanan pihak tertentu.
"Tindakan ke dalam, tidak ada sama sekali tekanan-tekanan publik atau tekanan yang bersifat politis. Kita bicara obyektivitas dan profesionalisme," katanya.
Markas Besar Kepolisian RI telah mengirim tim khusus yang dipimpin Komisaris Jenderal Yusuf Manggabarani. Tim ini memeriksa Kapoltabes Kombes Pol Anton Suhartono untuk mencari tahu kelalaian dalam mengawal unjuk rasa.
Laporan Inspektur Pengawasan Umum dan tim inilah yang menyebut ada tindakan secara profesional yang tidak dilakoni pihak kepolisian.
"Karena itu, perlu ada sanksi yang diambil. Kami melakukan ini karena kepentingan organisasi dan tentunya yang kami lihat dari profesionalisme, transparan, dan akuntabel," ujar Kapolri.
Jumat, Februari 06, 2009
Meski Tak Dipecat, Lumayanlah Dicopot juga Kapolda Sumut
at 2/06/2009 06:00:00 PM 3 comments
Labels: berita
Senin, Desember 15, 2008
Mengapa Kita Harus Selalu Mengaitkan dengan Politik?
Ketika hari ini harga bensin turun lagi, dari semula 1 Desember 2008 Rp5.500, dan 15 Desember jadi Rp5.000, ada saja ''usilan'' para pakar atau pengamat, atau para orang yang berada ''di luar''. Katanya, ini kebijakan politis jelang pemilu 2009. Tak adakah mereka bersyukur, bahwa ratusan juta nyawa berbeda pikiran dengan mereka, karena lebih mementingkan periuk nasinya?
Inilah yang salah dicontohkan para orang-orang hebat itu kepada kita. Ketika saat harga bensin Indonesia tak turun, sedangkan di negara tetangga Singapura yang bukan penghasil minyak justru menurunkan, para yang ''berkoar'', makin berkoar. Nah, ketika sekarang terjadi benar-benar turun, bahkan dalam waktu setengah bulan, mengapa lagi dipermasalahkan.
Hmm..., bisa-bisa ada yang berkomentar, saya pendukung SBY-JK ini. Tidak, pada pemilu empat tahun lalu, saya malah tidak ikut coblos putaran kedua lho. Tapi moment seperti ini, rasanya menjadi pas, ketika saya ingin mengeluarkan pendapat pada contoh-contoh tindakan lain, yang selalu dikaitkan dengan politis.
Bangsa kita, memang diajarkan para ''orang-orang hebatnya'' untuk tidak menghargai dan menghormati pendapat dan kebijakan orang lain. Selalu saja ada cemoohan. Karenanya, di tingkat bawah kita lihat, rakyat mencontoh. Jika dulu sering ada tawuran pelajar, sekarang tawuran mahasiswa. Dan pemimpin juga tak pernah belajar menikmati kekalahan. Lihatlah, jika kalah Pilkada, rusuh. Atau jika tak jadi presiden lagi, tak pernah menghormati bekas anak buahnya yang kini jadi pengganti kedudukannya.
Wuih, sudah ya postingannya. Sudah ditunggu istri, mau ke mall, dan menikmati turunnya harga bensin. Ha..ha...
at 12/15/2008 11:50:00 AM 0 comments
Labels: berita
Sabtu, Mei 03, 2008
Richo Lolos karena Lebih Kalem?

Peserta Indonesia Idol 2008, Richo yang saya tulis sebelumnya, lolos ke 16 besar karena gaya Medannya, malam ini, justru tampil kalem. Bahkan lagu yang dibawakannya, Jogyakarta. Dia malah menyingkirkan peserta Jawa yang justru kalem, Lala, Indra dan dari Manado, Andy. Ada apa dengan Richo?
Saya aja yang penasaran kayaknya, soal gaya Medan dan kalem. Dewan juri, Indra Lesmana, Titi DJ dan Anang memang memuji Richo.
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js">
Oh ya, empat kontestan laki-laki lain yang lolos yakni Aris, itu yang suaranya mirip dengan vokalis ST12, lalu Aji, ini keren gaya R n B -nya, Patudu, yang justru diprediksi tak lolos dan satu lagi, Beto.
Maaf, ngantuk nih. Bisa jadi, postingan yang saya tulis ini, lebih duluan dari berita dari detik dan media online lain. he..he...
at 5/03/2008 11:54:00 PM 1 comments
Labels: berita
Senin, April 28, 2008
Bisakah Richo Merebut Hati Seperti Syamsul Arifin-Gatot Pujo Nugroho?

Judul ini terlalu serius bagi sebagian orang. Malah, bisa jadi terlalu mengada-ada bagi pengamat politik. Tapi bagi pengamat reality show, bisa jadi agak tersenyum sedikit. Dan bagi para remaja yang ingin ''perubahan'' bisa jadi, ini serius untuk dibuktikan.
Ha..ha..., alinea pembukanya saya nyatakan serius kali ya. Maaf, Richo itu peserta Indonesian Idol 2008. Saya dan istri, Sabtu malam (26/4) menjagokan dia selain tentunya si Aris. Jagokan Richo pun setelah tahu dia dari Medan (bukan karena satu kampung sesama orang Sumut dengan istri, tapi bangga juga ada orang Sumatera tampil). Tapi sayang, setengah jam lagi pengumuman, listrik mati, sekitar pukul 23.30 WIB. Dan pagi ini baru tahu, Richo ternyata lolos ke 16 besar, dan ternyata pula, dia ''berasal'' dari Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Adalah koran Batam Pos yang memberitakannya pagi ini. Richo SD dan SMP pernah di Pulau Bintan (nah, bagi orang Jakarta pasti udah kenal Bintan, gara-gara kasus Al Amin kan?). SMP tak tamat di Bintan pindah ke Medan. Di Medan pun tak tamat. Dia memang anak bandel sepertinya. Bahkan ikut audisi Indonesian Idol di Medan, ibunya tak tahu.
Nah, yang saya dan istri penasaran, bisakah gaya ngomong ceplas ceplos Richo disenangi calon pengirim SMS? Karena, gaya Medan yang dibawa (terus terang ngomong), selalu kurang cocok (menurut versi kami) untuk calon pengirim SMS yang di Jawa. Orang Jawa kan suka yang sopan (dalemm....) dan lain-lain. Richo malah dengan enteng mengatakan pada Daniel (host) ''Terpilih tak terpilih, bagi saya tak soal. Ikut ini aja udah bangga. Lihatlah, siapa tak bangga. Yang disebut nama Richo bukan The Rock atau Republik...''
Gaya Richo mengingatkan pada Syamsul Arifin saat ditanya Meutia Hafid (Metro TV). ''Jika gagal jadi gubernur, saya balik kampung aja, ngitung minyak di Brandan...''
Atau pertanyaan Meutia yang lain, yang disebut satu kata, harus cepat dijawab. Saat disebut Meutia Nagabonar, maka jawaban Syamsul. ''Saya, saya Nagabonar, orang semua tahu saya Nagabonar...''
Syamsul Arifin akhirnya terpilih karena dicoblos lebih banyak oleh masyarakat Sumatera Utara yang beragam itu (juga banyak Jawa), akankah Richo bisa melaju terus dengan gaya ''nyombongnya?''. Sabtu malam telah terbukti, dia lolos, ''mengalahkan'' yang lebih kalem dan menyimpa sifat aslinya. Tapi untuk selanjutnya, kita tunggu saja...
NB: Foto Richo pakai selendang. Di situs Indonesian Idol teks fotonya Ibu Hajjah Rico, penggemar memuji foto itu, asal jangan jadi Hajjah betulan, tapi Haji.
at 4/28/2008 10:53:00 AM 0 comments
Labels: berita
Rabu, April 23, 2008
Bunuh Diri yang Ditonton Berulang-ulang

Hanya bunuh diri dalam sepakbola yang bisa ditonton berulang-ulang, dan sedikit demi sedikit rasa penyesalan akan berkurang. Hari ini, itu dialami John Arne Riise, bek Liverpool. Waktu pertandingan tinggal tiga detik saja. Tapi buangan bolanya, justru menyamakan kedudukan. Liverpool v Chelsea 1-1.
Hmm...tebakan saya pun hasilnya 2-0 untuk Liverpool jadi hilang, dalam waktu tiga detik juga. Minimal unggul 1-0 kan, betul juga tuh tebakan untuk siapa yang menang di leg pertama semifinal Liga Champions itu. Hmm...tebakan semifinal kedua, Barcelona v MU bisa disaksikan di http://ballmedia.blogspot.com
at 4/23/2008 07:29:00 AM 0 comments
Labels: berita
Sabtu, April 19, 2008
Mau Dibawa Kemana Kompetisi PSSI BATAM Ini?
Sore kemarin, sudah tergelar Kompetisi PSSI Batam 2008. Ada yang ''aneh'', Ketua PSSI Batam adalah Walikota Batam Ahmad Dahlan juga. Tapi yang membuka dengan tendangan pertama, justru Wakil Walikota Ria Saptarika. Masih ingatkah Dahlan, bahwa sebenarnya yang ketua bola di Batam ini dirinya?
Pantas dipertanyakan, karena bisa jadi, ini pertanda, bahwa kompetisi ini juga tak penting menurut ketua umumnya sendiri. Terlebih lagi, ternyata kompetisi yang diikuti 32 klub tak akan berujung ke mana nanti tujuannya. Betapa tidak, kalaupun nanti pemenangnya akan mewakili Batam ke kompetisi Divisi 3 Liga Indonesia, tim itu harus bermaterikan usia 21 tahun ke bawah. Nah, 32 tim sekarang, apa punya banyak pemain seusia itu?
''Ini semua akibat peraturan dari PSSI pusat yang selalu berubah. Sedangkan untuk PS Batam sendiri yang sudah Divisi 2 justru pemainnya harus berusia 23 tahun, dan hanya boleh lima pemain senior. Kompetisi sekarang, sebenarnya untuk mencari itu juga. Semoga masih ada pemain yang berusia 23 tahun terpantau. Apalagi, klub peserta memang antusias''
Info itu saya dapat dari salah seorang pengurus bola di Batam. Namun, harus diakui juga, jika 32 tim nanti terseleksi dan akan bisa terpilah, mana yang divisi utama dan divisi satu, lalu kompetisi terus berlanjut bertahun-tahun, maka sepakbola Batam bisa bangkit. Semoga ya...
Hasil Pertandingan
Jumat 18 April 2008
PS Joker v PS Gading Mas 2-3
Jadwal Pertandingan
Sabtu 19 April 2008
PS Panasonic v PS Batamindo 15.00 WIB
PS McDermott vs PS Rubycon 16.15 WIB
Ahad, 20 April 2008
PS Arkad v PS Evox Rifa 15.00 WIB
PS Panataran vs Ivans 16.15 WIB
NB; Liputan PSSI Batam bisa di klik ballmedia.blogspot.com
at 4/19/2008 07:40:00 AM 0 comments
Labels: berita
Jumat, April 18, 2008
Pasangan Unik Cagub-Cawagub Terpilih Sumatera Utara
(Saya kutip foto dan tulisan ini dari www.jawapos.com)
Berbeda dari pilgub Jabar yang dimenangi pasangan yang sama-sama muda, pilgub Sumatera Utara, Rabu (16/4), menghasilkan pasangan pemenang dengan kombinasi "tua-muda". Termasuk dari sisi etnis yang menggabungkan pasangan Melayu dan Jawa. Siapa sebenarnya Syamsul Arifin-Gatot Pujo Nugroho?
CHAIRIL HUDA, Medan
SYAMSUL Arifin dikenal sebagai sosok yang sederhana. Saat publik ramai membicarakan namanya sebagai calon gubernur terpilih Sumatera Utara periode 2008-2013, pria 56 tahun yang sedang cuti sebagai bupati Langkat (Sumut) itu kemarin malah "menyepi" di Masjid Raya Medan.
Di sana, pria bertubuh subur tersebut berziarah ke makam mantan Gubernur Sumut (almarhum) Rizal Nurdin. Mengenakan peci hitam serta baju lengen pendek garis-garis biru muda, dia tampak khusyuk berdoa di makam Rizal yang meninggal dalam kecelakaan pesawat Mandala pada 2005 itu.
Selain ke makam Rizal, di masjid kebanggaan kota Medan tersebut, Syamsul yang tampak santai dengan sandal jepit hijau itu ikut salat isya berjamaah. Meski tampil sederhana, saat tiba dengan Toyota Prado hitam BK 1940 GP, masyarakat dan para jamaah masjid spontan berlarian menyalami. Dengan ramah, Syamsul pun menyalami satu per satu warga. Termasuk para pengemis yang biasa mangkal di sana.
"Saya datang ke makam almarhum Bang Rizal karena dia abang saya," katanya usai berziarah.
Menurut Syamsul, kemenangannya masih bersifat sementara. Karena itu, dia meminta agar para pendukungnya tetap bersabar menunggu penghitungan oleh KPUD Sumut. "Adanya kemenangan sementara ini, saya sujud syukur. Dan masih terlalu banyak PR yang harus dikerjakan," ungkapnya.
Kemenangan pasangan Syamsul Arifin dan Gatot Pujo Nugroho yang diusung koalisi partai di bawah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu memang sangat mengejutkan. Bahkan, Syamsul pun sampai terisak-isak saat jumpa pers di Kantor PKS Sumut di Jalan Kenanga, Medan, Rabu (16/4) lalu. "Saya tak menduga tukang kue jadi gubernur," katanya.
Sebutan "tukang kue" itu untuk mengenang masa kecilnya yang miskin saat di Pangkalan Brandan. Saat bersekolah di SD dan SMP di bandar wilayah Kabupaten Langkat yang dekat dengan Aceh itu, Syamsul membantu orang tua dengan jualan kue dan membersihkan perahu nelayan.
Menurut sarjana ekonomi lulusan Universitas Amir Hamzah itu, jika benar-benar menjadi pemenang nanti, dia ingin menggandeng semua kalangan di Sumut. Termasuk para pesaingnya yang kalah dalam pilkada nanti. Sebab, banyak di antara calon yang maju dalam pilgub itu adalah kepala daerah-kepala daerah di Sumut.
Kunci kemenangan pasangan Syamsul-Gatot sangat sederhana. Menurut Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari, pasangan itu meraih banyak pemilih dari kalangan menengah ke bawah. Meski secara fisik kurang menarik, Samsul memiliki kemampuan komunikasi yang sangat bagus. "Orangnya sederhana, jenaka, dan apa adanya. Singkat kata, dia itu pintar ngomong dan merebut hati orang," ujar Qodari.
Bukan hanya kemampuan komunikasi yang baik, pasangan Syamsul Arifin-Gatot Pudjo Nugroho juga diuntungkan atas berjalannya mesin partai pengusungnya, yaitu PKS. Ketika kekuatan figur relatif merata, pengaruh kinerja mesin partai sangat terasa. "Jadi, partai yang dukungan suaranya solid paling diuntungkan," tegasnya.
Seperti Syamsul Arifin, Gatot, sapaan akrab Gatot Pujo Nugroho yang kelahiran Magelang, Jawa Tengah, 11 Juni 1962, itu juga lahir dari keluarga sederhana. Namun, sejak dia bergabung di Partai Keadilan (PK) pada 1998, mimpi itu seolah datang sendiri. Tak ada yang spesial dari pria yang pernah jadi dosen di Universitas Sumatera Utara (USU) itu, kecuali senyumannya yang khas. Termasuk logat bicaranya yang masih khas Jawa.
Meski memiliki jabatan di PKS, dia tak mungkin bisa jadi calon Wagub jika tak dicalonkan partai. Sebab, semua keputusan itu berdasarkan hasil musyawarah dan keputusan partai. "Kita hanya menerima amanah dari partai," kata insinyur jebolan Institut Teknologi Bandung (ITB) itu.
Langkahnya menuju pentas pencalonan tidaklah gampang dan tak sendiri. Sebab, sebelumnya ada empat calon lain yang direstui PKS untuk diutus menjadi kandidat. Keempat nama itu adalah Sigit Pramono Asri, Nuh Abdul Muis, Surianda Lubis, dan Heriansyah.
Namun, setelah melewati hasil Pemilihan Umum Internal (PUI) yang digelar PKS terhadap kader se-Sumut, ternyata pilihan suara terbanyak jatuh pada Gatot. "Memang saya yang paling tinggi waktu itu," ujarnya.
Menurut Gatot, menjadi wakil gubernur sebetulnya bukan impiannya. Gatot yang meninggalkan kota kelahiran sejak 1983 dan kini menjadi pengusaha properti di Medan mengaku sejak kecil tergila-gila jadi seorang tentara. "Saya punya sejak kecil saya ingin jadi ustad atau TNI," katanya.
Sakin kepinginnya jadi tentara, pria ini sempat mencoba masuk melalui jalur Secaba (Sekolah Calon Bintara). "Waktu itu orang tua tak memberi izin. Saat tes gagal, karena kaki saya terkena kutu air," katanya.
Kenapa terkena kutu air? Ternyata sejak lulus STM di Magelang, suami anggota DPRD Deliserdang, Sumut, ini langsung kerja di proyek. "Sering kena semen sehingga kulit jadi rusak," katanya.
Meski tidak ada pengalaman menjadi seorang dai, lewat pengalamannya bergaul dengan lembaga dakwah di kampus ITB secara perlahan ia bisa menguasai ilmu agama. "Makanya tadi saya bisa memberi tausiah," katanya lalu tersenyum.
Menurut dia, karir politiknya di Partai Keadilan dimulai sejak 1983. "Jadi sejak awal PKS berdiri saya sudah ikut," katanya. (*)
at 4/18/2008 09:09:00 AM 0 comments
Labels: berita
Rabu, April 16, 2008
Tebakan Saya Benar, Pengamat Bingung
Akhirnya tebakan saya tentang Pilkada Sumut benar. Pasangan, Syamsul Arifin-Gatot Pujunogroho (nomor urut 5) untuk sementara unggul dihitungan cepat versi LSI sekitar 26 persen. Tapi yang anehnya, ada pengamat yang semula meragukan Syamsul, kini berbalik. Bingung nih pengamatnya.
Nama pengamat itu Mohammad Qodari. Sehari sebelumnya, saya baca di salah satu news online, dia katakan, beda antara Pilkada Jabar dan Sumut (maaf saya lupa apa itu situsnya). Kira-kira dia omongkan, tak mungkin calon PKS bisa menang lagi (di Sumut, calon wagubnya yang PKS, beda dengan Jabar). Tapi buktinya di lapangan, ternyata PKS bisa mengulang sukses (maaf, saya bukan simpatisan atau kader PKS ya).
Uniknya, mengapa saya punya feeling ada kemenangan untuk Syamsul, analisa Qodari, sama dengan saya, yakni pada gaya Syamsul. Mau tahu apa saja itu, simaklah berita dari detik.com berikut ini:
Pasangan cagub Syamsul Arifin dan Gatot Pujonugroho yang dijagokan PPP, PKS dan PBB dalam Pilkada Sumut di atas angin. Unggul dalam 2 pilkada besar, PKS sudah menjelma sebagai pembunuh para raksasa.
"Ini peringatan buat partai-partai besar," kata pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif Indo Barometer Mohammad Qodari kepada detikcom, Selasa (16/4/2008).
Qodari menganalisa, kemenangan Syamsul dan Gatot adalah kombinasi kekuatan figur dan mesin partai. Syamsul bergaya ceplas-ceplos, humoris dan cocok dengan gaya orang Sumatera Utara.
"Dia sudah cocok dengan gaya 'Ini Medan, Bung!'," cetusnya.
Selain itu mesin partai lain tidak berjalan maksimal. Suara Partai Golkar, menurut Qodari, berantakan karena pecah ke tiga calon selain Syamsul yang maju lewat PPP, masih ada Ali Umri dan Abdul Wahab Dalimunthe. PDIP yang berbasis di Sumut juga tidak bisa berbuat banyak.
Keunggulan di Sumatera Utara walaupun baru sementara, amatlah penting. Provinsi ini secara sosial politis adalah yang terbesar di Pulau Sumatera disusul oleh Sumatera Selatan.
"Syamsul didukung oleh mesin partai yang optimal. Ada 5 pasang calon di Sumut jadi suara sangat tersebar. Yang paling lemah mobilisasinya pasti kalah" imbuhnya.
Kemenangan sementara PKS di Pilkada Sumut ini memang tragis buat partai-partai besar. Dalam Pemilu 2004 lalu, perolehan suara PKS tidak masuk 5 besar. Lima besar parpol di Sumut dalam Pemilu 2004 lalu adalah Golkar (22,6 %), PDIP (15,9 %), PDS (7,6 %), PPP (7,5 %), dan Partai Demokrat (6,9 %).
( fay / asy )
at 4/16/2008 05:41:00 PM 0 comments
Labels: berita
Pilkada Sumut: Hari Ini, Pembuktian Tebakan Saya

Pada postingan terdahulu, saya menebak, Pilkada Gubernur Sumut akan dimenangkan pasangan nomor 5. Dan hari ini, mulai pukul tujuh tadi, tebakannya dimulai. Benarkah? Ikuti terus blog ini yang akan live hingga perhitungan cepat. Simak juga beritanya yang saya kutip dari okezone sebagai berikut:
Hari ini, Rabu (16/4/2008) mulai pukul 7.00 WIB hingga 13.00 WIB, seluruh warga Sumatera Utara yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), akan menggunakan haknya untuk memilih satu pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara untuk periode 2008-2013.
Berdasarkan data KPU Sumut, terdapat 8.472.233 pemilih tetap yang akan ikut serta. KPU telah menyediakan 22.992 tempat pemungutan suara di seluruh 28 kabupaten dan kota.
Lima pasangan calon yang akan dipilih hari ini, untuk menggantikan Rudolf Matzuoka Pardede.
Pasangan nomor satu, Ali Umri-Maratua Simanjuntak didukung Golkar. Nomor urut dua, Tritamtomo-Benny Pasaribu diusung PDI Perjuangan.
Nomor urut tiga, Robert Edison Siahaan-Suherdi didukung PNI Marhaenisme, Partai Buruh Sosial Demokrat, Partai Perhimpunan Indonesia Baru, Partai Damai Sejahtera, Partai Persatuan Daerah, PKB, Partai Nasional Banteng Kemerdekaan dan Partai Pelopor.
Nomor urut 4, pasangan Abdul Wahab Dalimunthe-Raden Syafii didukung PAN, Demokrat dan PBR.
Sedangkan nomor urut lima, Syamsul-Arifin-Gatot Pujonugroho didukung PPP, PKS dan PBB.
at 4/16/2008 08:49:00 AM 1 comments
Labels: berita
Selasa, April 15, 2008
Inikah Calon Ibu Negara Baru Kita?

Ketua MPR Hidayat Nurwahid segera menikah lagi. Inilah calon istrinya, dr Diana Abbas Thalib. Saya menduga, ini sebagai salah satu langkah persiapan Hidayat untuk pencalonan presiden pada 2009 nanti. Anehkan, jika capres tak ada istri. Tapi benarkah?
Yang jelas, sudah jadi rahasia umum, jika banyak kepala daerah yang diusung PKS jadi juara, terakhir HADE di Jabar, dan mungkin besok ada Syamsul Arifin di Sumut, maka PKS akan mencalonkan kadernya untuk presiden. Bahkan, para pengamat sudah menyampaikan, saat jagoan PKS di Pilkada Jakarta hanya kalah tipis melawan Fauzi Wibowo yang didukung belasan partai, itu pertanda.
Jadi, dr Diana bakal jadi ibu negara kita? Mungkin terlalu jauh, tapi kenali dululah beliau. Ada fotonya, yang ternyata beliau sangat cantik. Dan ada beritanya yang saya kutip dari detik.com di bawah ini.
Meski memiliki darah Arab, dr Diana Abbas Thalib tidak memilih pendamping yang juga keturunan Arab. Bagi calon istri Ketua MPR Hidayat Nurwahid ini, hal itu tidak menjadi hal yang besar.
"Kenyataannya beliau (Hidayat) lebih Arab, 13 tahun berada di Arab. Kalau saya casing Arab tapi semuanya sudah Jawa," kata Diana sambil tersenyum dalam perbincangan dengan detikcom di kediamannya di kawasan elit, Jl Kemang Selatan, Jakarta Selatan, Selasa (15/4/2008).
Menurut Diana, masalah kultur bukan suatu hal yang sulit untuk diadaptasikan. Hidayat gemar masakan Timur Tengah, dan Diana juga sebaliknya.
Bagi perempuan 42 tahun ini, baru 3 minggu mengenal Hidayat lewat guru mengajinya, Yoyoh Yusroh, bukanlah masalah. Baginya itu sudah cukup.
"Pertama ta'aruf, kita sudah sama-sama mendapat gambaran pribadi dan latar belakang. Kita merasa punya background yang berbeda tapi punya tujuan hidup yang sama," ujar CEO sebuah rumah sakit ibu dan anak ini di Pondok Bambu, Jakarta Timur, ini.
Perempuan cantik dan smart ini mengaku dirinya sudah sering mendengar nama Hidayat. Namun dia tak pernah berpikir akan menikah dengan Hidayat.
"Saya sering dengar nama besar beliau, namun tidak terpikir sama sekali (menikah dengan Hidayat). Bahkan ada keraguan mampu nggak saya mendampingi beliau," ujar perempuan berbulu mata lentik ini.
at 4/15/2008 08:32:00 PM 1 comments
Labels: berita
Minggu, April 13, 2008
Jabar No 3, Sumut No 5: Itu Tebakan Saya

Sebanyak 27,9 juta masyarakat Jawa Barat, Minggu (13/4), melaksanakan pemilihan gubernur dan wakil. Ada tiga pasang calon gubernur dan wakil gubernur yang bertarung memperebutkan suara untuk memimpin Jawa Barat 2008-2013.
Mereka adalah nomor urut 1. Danny Setiawan - Iwan Sulandjana (DAI) yang diusung Partai Golkar dan Demokrat. No 2. Agum Gumelar - Num'man Abdul Hakim (AMAN) yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Serta No 3. Ahmad Heryawa - Dede Yusuf (HADE) jagoan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN).
Masyarakat datang ke tempat pemungutan suara di daerah mereka. Beberapa lembaga penghitung cepat, menyimpulkan nomor urut 3 yang unggul. (yang ini, alina atas, sampai sebelum kurung ini, kutipan dari kompas.com)
Dan untuk Pilkada Sumatera Utara (Sumut), saya jagokan nomor 5. Yaitu pasangan Syamsul (wah lupa, nama lengkapnya dan juga lupa pasangannya). Yang jelas, saat tampil debat di Metro TV kemarin, mereka tampil pede, dan jawabannya ''khas'' Sumut. Belum lagi, partai pendukungnya PKS juga. Benarkah?
NB: pasangan nomor urut 5 Sumut itu; Syamsul Arifin-Gatot Pudjonugroho. Baru dapat setelah browsing di websitenya metrotv. he..he..he...
at 4/13/2008 10:33:00 PM 0 comments
Labels: berita
SBY Pilih Dede Yusuf

Presiden SBY bersama Ibu Ani Yudhoyono menggunakan hak pilihnya saat pencoblosan pemilihan Gubernur jawa Barat di Puri Indah Cikeas, Bogor, Minggu (13/4/2008. Apakah SBY coblos HADE alias Ahmad Heryawan dan wakilnya Dede Yusuf, artis itu?
Yang saya ingat, saat debat di Metro TV, pasangan HADE terlihat memang lebih berkualitas dalam menjawab pertanyaan panelis. Uniknya lagi, Dede juga top abis menjawab. Saya rasa, banyak warga Jabar, yang menyaksikan acara itu, percaya untuk memilih Dede. Buktinya, hasil quic quont, pasangan itu dipercaya menang. Silakan simak berita di bawah ini yang dikutip dar okezone.
Hasil penghitungan sementara pilkada Provinsi Jawa Barat 2008, calon Gubernur pasangan Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf masih mengungguli dua saingannya.
Berdasarkan penghitungan cepat yang dilakukan Lingkar Survei Indonesia, data suara yang telah masuk mencapai 99,75 %. Hingga pukul 20.12 WIB, pasangan Ahmad Heryawan-Dede Yusuf memperoleh 40,27 %, Agum Gumelar-Nu'man Abdul Hakim 33,97 % dan Danny setiawan-Iwan R Sulandjana 25,76 %.
Sedangkan menurut perhitungan Lembaga Survei Indonesia, Hery-Dede 39,46 %, Agum-Nu'man 35,46 % dan Danny-Iwan 25,08 %.
at 4/13/2008 10:22:00 PM 0 comments
Labels: berita
Sabtu, Maret 29, 2008
Nonton Ayat-Ayat Cinta, SBY Nangis
Sifat melankolis Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali teruji saat menyaksikan film bernuansa Islam 'Ayat-Ayat Cinta' (AAC). Tanpa malu-malu, sang presiden mengaku terharu biru saat menyaksikan film besutan sutradara Hanung Bramantyo itu.
"Tadi saya sempat menyeka air mata saya berkali-kali, apalagi ibu. Film ini sangat bagus, pesannya kena," kata SBY usai menyaksikan film AAC di Studio XXI, EX Plaza Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (28/3/2008).
Melihat kesuksesan film yang diangkat dari novel fenomenal karya Habiburrahman El-Shirazy ini, SBY pun menyatakan kekagumannya. SBY berharap karya-karya cemerlang sineas muda Indonesia bisa merajai industri perfilman tanah air.
"Saya berharap muncul lagi karya-karya seperti ini. Semoga film Indonesia bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan juga ditonton di negara sahabat sekali-sekali," imbuhnya.
Turut hadir mendampingi kepala negara antara lain Ibu Ani Yudhoyono, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra) Aburizal bakrie, Menteri Luar Negeri Hasan Wirajuda dan Menteri Perdagangan Marie Elka Pangestu.(sumber:okezone
NB; Nantikan tulisan saya tentang mengapa SBY menangis...
at 3/29/2008 07:34:00 PM 0 comments
Labels: berita
Jumat, Maret 28, 2008
SBY Bawa Popcorn
Nonton film akan lebih mantap sambil ngemil. Popcorn akan menjadi 'teman' Presiden SBY saat menonton film 'Ayat-Ayat Cinta' nanti.
Presiden SBY akan menyaksikan film besutan Hanung Bramantyo di Studio XXI, Plaza EX, Jakarta pada Jumat (28/3/2008) pukul 19.00 WIB. "Wartawan nanti nonton Ayat-Ayat Cinta?" kata SBY di saat hendak menerima tamu para mantan gubernur Bank Indonesia dan Bank Nasional di kantor kepresidenan, Jakarta.
"Nonton Pak," sahut wartawan kompak.
"Bareng ya," kata SBY yang mengenakan safari abu-abu ini.
Menurut SBY, nonton itu modalnya popcorn. "Kalau saya popcornnya segini," ujar SBY sambil tangannya membentuk lingkaran kecil.
"Kalau Andi, popcornnya segini," lanjut SBY sambil tangannya membentuk lingkaran jauh lebih besar.
Andi yang mengenakan baju batik warna kuning hanya mesam mesem. Para menteri Kabinet Indonesia Bersatu seperti Mensesneg Hatta Rajasa, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Seskab Sudi Silalahi yang ada di ruangan pun ikut tertawa. (sumber: detik.com)
at 3/28/2008 04:40:00 PM 0 comments
Labels: berita
Malam Nanti, Giliran SBY Nonton Ayat-ayat Cinta
Dua pemimpin negara kita akan disibukkan dengan hal-hal berbau film, malam nanti. Jika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menonton film 'Ayat-Ayat Cinta', Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) hadir dalam acara Indonesia Movie Award (IMA).
Berdasar jadwal kegiatan wakil presiden yang diterima okezone, JK akan menghadiri ajang penganugerahan IMA, di Jakarta Conevention Center (JCC), Jakarta Selatan, pukul 21.00 WIB, Jumat (28/3/2008).
Sementara itu, bersama sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) dan duta besar negara-negara sahabat, SBY akan menonton film 'Ayat-Ayat Cinta' besutan sutradara Hanung Bramantyo, pukul 19.00 WIB.
Di studio 21 yang berlokasi di mana? Okezone.com yang saya kutip, tak menyebutkannya. Tapi blog ini akan berusaha terus mengupdate kegiatan SBY ini. Nantikan saja terus ya....
at 3/28/2008 09:06:00 AM 1 comments
Labels: berita


