
Status di Facebook saya hari ini pukul 10.55 WIB: ''Tugas pemimpin bukan untuk menguasai seseorang, melainkan menguasai dirinya sendiri. Macam kan betul saje....'' Cepat dapat respon dari teman-teman. Ada yang langsung ''menjurus'', ada yang cukup mengklik gambar jempol saja.
Lebih dahsyat lagi, ada yang malah menguraikan sifat-sifat Allah di note Facebook-nya, tapi itu juga ''mengarah'' untuk statusnya. Sungguh, reaksi yang ''kejutan'' bagi saya. Apakah ini terkait, karena kita ingin mencari pemimpin baru negeri ini?
Bagi saya pribadi, status FB itu, hanyalah sekelebat pemikiran setelah ''melihat dan merasa'' apa yang terjadi di sekitar saya. Salah satunya saat kecewa dengan akhir film Ketika Cinta Bertasbih (KCB). Betapa tidak, KCB berakhir dengan tulisan ''to be continued...'' alias bersambung. Betapa ternyata lebih kapitalis, ''pengelola'' KCB ketimbang Ayat-ayat Cinta yang justru dianggap hanya ''memendekkan'' novel. Tapi KCB justu ''memanjangkan'' novel, dan kita dipaksa untuk nonton lagi berikutnya.
Hmm...tapi saya harus ''menguasai'' diri. Itulah haknya ''pengelola'' KCB. Dan saya juga, harus mengambil pelajaran dari isi film bagian pertama ini, yakni, kita harus menguasai kehendak sendiri. Dan kayaknya di bagian kedua film itu nanti, bagaimana sang suami menahan ''menguasai'' istrinya. hi..hi...
Di lingkungan lain, dunia kerja, hmm.... pemimpin kadang lupa, hanya di kantorlah mereka pemimpin. Di rumah lain lagi suasana yang dipimpinnya. Bisa jadi, malah dia tidak pempimpin di lungkungan RT nya. Karena ada Pak RT dan ketua komplek misalnya.
Bahkan saat lagi hangat capres sekarang, kita sudah melihat sendiri, bagaimana calon pemimpin kita itu rada susah ''menguasai'' dirinya sendiri. Yang digadang-gadang bakal pemenang dan disebut-sebut lebih kalem, justru juga ''menohok'' keras. he..he...
Jadinya, terpulang pada diri sendirilah. Termasuk saya sendiri, yang tiba-tiba punya kalimat; Tugas pemimpin bukan untuk menguasai seseorang, melainkan menguasai dirinya sendiri. Macam kan betul saje....he.he...
Senin, Juni 15, 2009
Tugas pemimpin bukan untuk menguasai seseorang, melainkan menguasai dirinya sendiri. Macam kan betul saje....
at 6/15/2009 12:17:00 PM 1 comments Links to this post
Labels: Pribadi
Senin, Juni 01, 2009
Anak Saya Belajar tentang Kebutuhan dan Keinginan
Subuh ini di status facebook saya begini: kebutuhan dan keinginan, dua kata ini ternyata telah jadi pembahasan di buku pelajaran IPS kelas 3 SD. Semoga anak saya memahaminya...
Salut juga dengan pelajaran sekarang. Rasanya itu, saat kelas 3 SD, tak ada pelajaran begitu. Tapi kalau prakteknya, pastilah saya telah mengalami dibanding anak saya. Bagaimana banyak kebutuhan (need) dulu harus ditahan, dan akhirnya hanya sekedar jadi keinginan (want). Salah satunya, bagaimana saya dulu menginginkan gitar.
Saya ceritakan pada anak saya, tentang itu. Dia manggut-manggut.
at 6/01/2009 09:46:00 AM 0 comments Links to this post
Labels: Pribadi
Kamis, Mei 07, 2009
A Guide for Internet Advertising
All of us might understand the economical principal of “spending less to get more” means that we have to find ways to spend less effort or cost in order to get big benefit or financial advantages. This method must be had by the entrepreneur to get high benefit. The concept is also goes for the advertising. Some company use mail or phone for their advertising media. Unfortunately, this media does not give so much contribution to the selling rate.
Many entrepreneurs are turning their advertising on the internet advertising. With advertise their products on the internet, they don’t need to handle tons of paper and spend money for the delivery service. By advertising on the internet, we can handle the advertising in our table and dealing with our increasing selling rate as the result of effective advertising.
We can learn about the strategy, tips and get the valuable information on an article entitled The Cost of Doing Internet Advertising and Business in the Web-Articles.info. The article describes us the advantages of using internet as our advertising media. With the clear description, it can be a best guide for small or established business to introduce their company to the society. Many successful entrepreneurs had taking the advantages form the internet advertising; it is time for us to start ours.
Minggu, Mei 03, 2009
Atlanta Plumbing Service

If you are an Atlanta homeowner who has a problem with your plumbing system, there is a plumber which able to provide you the best service on fixing your plumbing problem. Plumbing problems should be handled as soon as possible. It can increase the humidity of your room which will arouse the growth of mildew and bacteria in your home. If you really care about your family’s health, you had better ask for professional help and don’t try to fix it by yourself if you are not sure, or you will just make it worse.
The Atlanta Plumber just like the one which referenced at the atlantagaplumbing.org will be able to help you fix your plumbing problems with the quick and efficient service. Just like you can see I this website, the Atlanta Plumber is specialized in plumbing system repairs and installation.
They can also handle your need of sewer, drain cleaning repairs and installation, gas piping repairs and installations, and many other services. Setting water heater for your home can be quite risky if you cannot do it properly, this Atlanta plumber will also able to help you with this problem so you can have everything handled properly. The high quality at low cost service will be very helpful especially if you are too busy to maintain your pluming system. Rely on the professional ones and rest assured for your family’s health and comfort.
Rabu, April 08, 2009
Ketika Pesan Bola Pak Saleh AS Masih Menggema di Hati Saya
Magrib kemarin, teman saya yang pernah jadi reporter olahraga Riau Pos, Candra Ibrahim (sekarang sama domisili di Batam), mengirimm pesan via chating. ''Pak Saleh AS meninggal.'' Ingat Saleh AS, ingat PSPS. Cepat saya cari info lengkap. Teman kuliah, yang dekat rumah dengan Pak Saleh membenarkan.
Begitu juga, Philep Hansen, mantan pemain PSPS yang juga mantan tetangga saya di Pekanbaru, menginformasikan lebih lengkap. ''Oh ya, lupa aku beritahu kau, De. Ketua PSPS yang dulu, Pak Iskandar dan lain-lain aku beritahu. Kami barusan dari sana. Semua datang, semua mantan pemain PSPS seperti Margono dan lain-lain datang. Kau saja tak datang.''
Sedih juga dibilang, ''kau saja tak datang''. Pak Saleh bagi saya adalah nara sumber utama dan salah satu yang pertama ketika mengawali karir sebagai reporter olahraga di Riau Pos, Agustus 1992. Teringat, bagaimana semula dia tak percaya bahwa saya adalah termasuk anak didiknya di sekolah sepakbola milik PSPS (saat itu saya masih SMP). Saking penasaran, dia buka arsip-arsip sekolah itu dan terbuktilah, ada data saya dan bahkan ada pas foto saya.
Ketika PSPS masih divisi kampung (Divisi II), saya tahu persis, siapa sebenarnya yang menggelar kompetisi antarklub. Beliau sudah datang duluan ke Stadion Hang Tuah dengan sepeda bututnya. Jauh lebih duluan datang ketimbang pengurus lain. Di stadion yang ada hanya, karyawan pengelola stadion, dan maaf (saya boleh nyombong), saya turut hadir, karena memang tugas saya meliput. Sesekali tentu saja saya membantu beliau mengangkat meja, dan kursi untuk wasit dan inspektur pertandingan.
Dan bagaimana keras hati beliau untuk tetap menggelar kompetisi, meskipun sering ''diancam''. Apalagi jika yang bermain klub-klub dari ABRI (zaman dulu itu, tahun 1992 ke atas). Ada dua klub anggota divisi utama PSPS yang dari angkatan. Pak Saleh sering susah nyusun jadwal. Karena kedua klub angkatan itu, selalu minta waktu bertanding, yang tidak pas saat mereka sibuk. Misalnya karena sibuk pengamanan presiden atau karena latihan perang (dulu kan sering latihan perang di Riau).
Banyak kisah lain, termasuk, ''tak malunya'' beliau mendatangi ketua PSPS di zaman itu (sering berganti) baik itu walikota, komandan Kodim dan lain-lain dengan sepedanya. Beliau mengingatkan soal kompetisi dan mencari dana kepada para ketuanya itu.
Susah bagi saya melupakan Pak Saleh. Bahkan, ketika saya sudah ditugaskan di Batam tahun 2000, beliau sempat-sempatnya menelepon saya. ''Bikin jugalah maju PS Batam, De. Masuk jadi pengurus.'' Pesan itu sekitar tahun 2003, ketika beliau sudah jadi pengurus Pengda PSSI Riau.
Pesan yang terus terang susah saya laksanakan. Tapi saya tahu inti pesan itu sebenarnya. Yakni, di manapun saya berada, hati saya harus mencintai sepakbola Indonesia. Saya harus terus menggalang fanatisme sepakbola daerah, minimal dengan tulisan-tulisan saya, meskipun tak jadi pengurus bola.
Ooh, merinding bulu kuduk saya, mengingat semuanya. Termasuk ketika saya ''berani'' menyindirnya, yang kayak sendirian saja mengurus bola, mengurus PSPS. Dan ketika PSPS berjaya, dia bisa memaklumi, ketika orang-orang melupakannya***
*****
Hari ini, Riau Pos pun menuliskan tentang Pak Saleh. Silakan simak di http://riaupos.com/main/index.php?mib=berita.detail&id=6641
Obituari M Saleh AS, Pengabdi Sepakbola Riau
Sempat Kecewa Baju PSPS Berubah Warna dan Corak
Laporan DENNI ANDRIAN, Pekanbaru
Salah seorang pengabdi sepakbola Riau telah berpulang ke rahmatullah. Saleh AS namanya. Pengabdiannya untuk sepakbola Riau tak ada duanya, tapi mungkin sudah banyak yang melupakan semua pengabdiannya itu.
KETIKA PSPS masih berkutat di Divisi II dan Divisi I sekitar 10 tahun silam, sebuah sepeda tua selalu parkir di areal parkir Kantor Gubernur. Ternyata, sepeda tua tersebut milik Sekretaris Umum PSPS Perserikatan, Muhammad Saleh AS.
Pria kelahiran Medan 12 Oktober 1932 ini, tak lelah mendayung sepedanya dari sekretariat PSPS Perserikatan yang saat itu terletak di Stadion Hang Tuah menuju Kantor Gubernur untuk menyampaikan surat ke Pembina PSPS, Saleh Djasit dan Ketua Umum PSPS Tengku Lukman Jaafar.
Tapi, aksi Saleh AS ini bersama sepeda tuanya tak terlihat lagi di tahun 2000. Pasalnya, kakek empat cucu ini dihadiahkan Gubernur Riau saat itu, Saleh Djasit sebuah sepeda motor grand. Kegiatan Saleh untuk urusan PSPS bersama Honda Grand-nya tersebut hanya berjalan setahun karena di tahun 2002, suami dari Zukrin berhenti dari Sekretaris Umum PSPS.
Tak dipakai di PSPS, bukan berarti Saleh meninggalkan kegiatannya untuk mengurus sepakbola. Ketelitiannya dalam hal mengurusi administrasi pemain sepakbola dan lainnya dimanfatkan Pengprov PSSI Riau. Di tahun 2003, PSSI Riau memakai tenaganya untuk mengurus sekretariat. Kegiatan ke PSPS berkurang, Saleh AS hanya bolak balik ke KONI Riau untuk urusan PSSI Riau.
Ayah empat anak ini tetap peduli dan terus mengikuti perkembangan PSPS. Ketika PSPS degradasi ke Divisi I dua tahun silam, Saleh cukup kecewa. Saat bercerita dengan Riau Pos beberapa waktu silam, ia juga sempat menantang PSPS untuk tampil di Copa Dji Sam Soe, agar PSPS bisa fokus dan berprestasi di Liga Indonesia.
Saleh memang sudah mendarah daging dengan PSPS. Sekecil apapun hal yang menyimpang selalu ia ketahui. Tapi apa daya, dirinya memang sudah tak punya kekuatan untuk berbuat. Ia sempat memprotes berubahnya corak kostum PSPS tampil di Liga Indonesia.
Kostum kebesaran PSPS saat ini, sudah meninggalkan garis biru putih yang memang sudah dirancang sejak PSPS terbentuk. Padahal garis putih biru sebanyak tujuh garis tersebut melambangkan tujuh kecamatan yang ada di Pekanbaru waktu yang telah sama-sama mendirikan PSPS.
‘’Saya pernah bicara dengan Pak Saleh tentang baju ini. Memang dia protes,’’ ujar salah seorang mantan pemain PSPS, Waldos Kenedi. ‘’Beliau pernah bilang, kalau memang mau diubah maka sesuaikan dengan sejarah mengapa garis tujuh biru putih itu dibuat,’’ tambah pria yang cukup dekat dengan Saleh AS saat PSSI Riau menggelar Lisensi B, Februari lalu ini.
‘’Yang saya salutkan dari Pak Saleh adalah ketelitiannya dalam hal administrasi. Hingga saat ini, saya belum menemukan sekretaris organisasi sepakbola sebagus dia dalam hal mengurus administrasi. Saya rasa, data mengenai pemain PSPS dulu masih ada sama beliau’’ ujar Oyong Ezeddin, mantan pengurus dan pemain PSPS yang sempat lama bekerja dengan Saleh AS . Kini perhatian Saleh terhadap PSPS berhenti. Selasa (7/4) pukul 02.30 WIB, Saleh AS menghembuskan nafasnya yang terakhir di RSUD Arifin Ahmad karena serangan jantung. Saleh sempat dirawat lima hari di Santa Maria dua bulan lalu.
Namun, ia diizinkan pulang karena kondisinya mulai membaik. Namun, ia kembali sakit dan dirawat di RSUD selama lima hari sebelum meninggal, Selasa (7/4) dinihari. ‘’Bapak sempat meminta saya mengumpulkan orang bola dan kerabat karena ia merasa sakitnya sudah tak bisa diobati,’’ ujar anak keduanya, Firman Saputra yang akrab disapa Kaka ini.
Menurut cerita Ahmad Sayuti (anak kedua Saleh AS), penyakit jantung ini baru didapatkan ayahnya awal tahun ini. Padahal, dia belum pernah melihat ayahnya sakit keras atau opname di rumah sakit. ‘’Seumur hidup saya, belum pernah lihat bapak sakit keras. Kalau ada pun, sakit-sakit biasa saja,’’ jelasnya.
Saleh AS lahir, 12 Oktober 1932 di Medan. Ia lama merantau di Aceh Sigli selama 10 tahun, di Medan 15 tahun dan selanjutnya pindah ke Pekanbaru sejak tahun 1955. Ia sempat pindah ke Bengkalis tahun 1959 selama satu tahun setengah dan kemudian kembali ke Pekanbaru.
Saleh AS mulai di PSPS 1969 sebagai Sekretaris Umum. Ia juga sempat menjabat sebagai Sekretaris Umum Persires Rengat. Sebelum ke Riau, Saleh sempat menjadi wartawan Dobrak di Medan tahun 1955 dan memiliki tim sepakbola Basoka di Medan. Saleh meninggalkan empat anak, empat menantu dan empat cucu.
Keempat anaknya adalah Ir Ahmad Sayuti, Firman Saputra, Syahroni dan Sukma Saridewi. Sementara empat cucunya adalah Murniyenti, Andriani, Rosita dan Ir Saiful. Selamat jalan pak saleh, jasamu akan selalu dikenang pendukung PSPS.***
at 4/08/2009 10:30:00 AM 1 comments Links to this post
Labels: Pribadi
Minggu, Maret 29, 2009
Jualan Domain PR 3, yang Dibantu Teman-teman

Senang sekali. Hari ini, teman chating di Surabaya membuatkan saya banner untuk dagangan saya. Ini satu di antara, dua banner dagangan itu. Satu banner lagi, dibikinkan teman chating dari Pontianak. Jika Anda suka, atau setidaknya penasaran, coba klik banner itu ya. He..he...
Rabu, Maret 18, 2009
Memanfaatkan Berbagai Point: Tolak Pizza, Ganti Pulsa dan Gramedia
Hmm...kadang-kadang kita lupa (eh kita, mungkin saya aja ya), memanfaatkan berbagai point yang didapat dari produk yang kita pakai. Semisal point kartu halo saya. Seminggu lalu saya manfaatkan untuk ikut undian berhadiah, dan kirim pulsa gratis bicara ke orang tua. Lalu barusan tadi, sebelum postingan ini, sudah melaporkan ke cs kartu kredit HSBC, agar point saya ditukar dengan diskon belanja ke Gramedia. Saya menolak potongan harga utk pizza hut, tersebab, kurang suka pizza.
Tapi itu dia, pulsa bicara yang saya kirim ke orang tua, baru kemarin masuk. Artinya sudah satu minggu sejak saya kirim, baru bisa benar-benar dimanfaatkan seminggu kemudian. Sedangkan yang dsikon Gramedia, kata cs HSBC itu, paling lambat datang seminggu dan paling lama sebulan. he..he...
Hmm...tapi dasar gratis ya (eh apa benar gratis, kan kita pakai produk mereka ya...), sehingga harus lama begitu datangnya. he..he....
at 3/18/2009 05:38:00 PM 1 comments Links to this post
Labels: Pribadi
Sabtu, Maret 07, 2009
Ada yang Jualan Domain PR 3 dan Ber-Alexa Nih...
Salah satu tips versi saya dalam membeli domain ber-PR 3 adalah, ianya juga ada Alexa nya. Kan keren tuh, PR 3 dan ada Alexa nya. Tinggal kita mengoptimasi saja agar PR 3 nya bertahan atau malah naik, begitu juga Alexanya. Ketimbang Alexa-nya N/A atau nol. Hi...hi...Nah, karena saya kelebihan domain, maka saya tawarkan ini untuk Anda beli. Harga satu domain 20 dolar US (sudah renewal) dengan account di godaddy. Siapa cepat, dia dapat
joddomainthai.com (Alexa 15,1 juta)
quadricsemi.com (Alexa 17,4 juta
reverencecafe.com (Alexa 17,1 juta)
ultrasounduae.com (Alexa 6,5 juta)
Info selengkapnya silakan menghubungi:
email / YM: adeadransyahlan [at] ymail [dot] com
YM Status:

Jumat, Maret 06, 2009
Kambing Jantan?

Di sela-sela aktifitas dan ''merayakan'' angka 38, kemarin saya dan keluarga nonton pemutaran perdana film Kambing Jantan. Istri menyatakan, tak ada kesan sesudah nonton. Anak yang bungsu, tak bisa komentar. Selain baru berusia 6 tahun, juga agak ngantuk. Yang anak sulung? Dia sekolahnya sore, jadi tak ikut nonton film yang diputar di Mega Mall pukul 13.45 yang jadinya 13.30 itu. Saya? Lumayanlah film ini. Terutama bagi blogger (wah, dah ngaku blooger pulak?), dan orang yang pas ''merayakan''. Bagi Anda? Saksikan saja sendiri. Yang pasti, saya dan sekitar 20-an warga Batam, kemarin, telah menjadi orang pertama yang nonton (seluruh Indonesia serentak diputar 5 Maret, kenapa 5 Maret ya?). Hi..hi...
at 3/06/2009 06:21:00 AM 2 comments Links to this post
Labels: Film

