Tak terkira gembira, setelah mengambil hasil labor tadi siang pukul 13.30 WIB. Ternyata kadar glukosa puasa saya sudah 116 mg/dl, hampir mendekati angka paling ideal 110 mg/dl. Beda jauh saat 7 April lalu yang mencapai 155 mg/dl. Tapi aneh juga, mengapa dokter Danang, tak minta periksa glukosa setelah makan dua jam ya?
Saya tak bisa bertanya pada dokter Danang. Ternyata, sesudah dapat hasil labor tadi, dan saya bolak-balik cari fotokopi di RSBK, dan baru melapor lagi ke pendaftaran, ternyata jadwal dokter Danang sudah habis. Dan besok saya dijadwalkan berjumpa dengan dia lagi. Hmm...nomor antrian tiga pula.
Tapi tak apa. Saya kabari hasil labor kepada istri dan ibu. Mereka mengucap syukur, alhamdulillah. Berarti juga tak sia-sia diet saya, makan nasi 100 gram setiap kali makan. Bahkan, sudah seminggu pula tidak makan nasi saat malam.
Lebih oke lagi. Ternyata kadar kolesterol saya 193 mg/dl. Sedangkan angka bagusnya untuk orang Indonesia, 200 mg/dl. Tapi angka lainnya Direct HLDC 30 mg/dl dan LDL 132 mg/dl, saya belum mengerti. Ini sambil postingan, lagi search juga ke mbah google.
Mau tahu saya berdiet sehingga berhasil mengurangi glukosa darah, silakan baca blog saya diabetesku.blogspot.com
Selasa, April 22, 2008
Alhamdulillah, Kadar Glukosa Saya Turun
at 4/22/2008 02:21:00 PM 0 comments
Labels: Diabetesku
Darah Diambil, Nunggu Hasil Labor Lagi Nih
Periksa labor yang kedua, saya lakoni pagi ini. Persiapannya lengkap, jam 7.30 keluar rumah, singgah dulu beli lontong pecel di Tiban Mcdermott. Lalu baru tancap gas ke RSBK. Jam 8.12 sudah diambil darah oleh perawat yang sama tanggal 7 April lalu. ''Bapak udah boleh makan sekarang. Nanti jam 11 hasilnya sudah bisa diambil.''
Hmm...saya pikir, saya lupa, saya pikir bisa langsung ketemu dokter Danang. Tes darahnya, kan perlu waktu juga ya. Tapi syukurlah, tak ada lagi pemeriksaan darah sesudah dua jam makan. Berarti, saya bisa konsultasi dengan dokter Danang setelah saya dapatkan hasil labor, yang mau saya ambil sesudah makan siang saja nanti.
Dalam perjalanan ke kantor. Dua teguk air mineral Aqua, telah membuka puasa yang saya lakukan sejak pukul 21.30 WIB malam tadi. Dan sambil postingan ini, saya menikmati lontong pecel. Saya kira, ini masih sesuai standar, karbohidrat 100 gram, dan ada tempe tahu dan sayurnya lagi. He..he..he...
Mau menikmati gaya hidup saya setelah dicalonkan jadi penderita diabetes? Klik saja diabetesku.blogspot.com
at 4/22/2008 08:49:00 AM 0 comments
Labels: Diabetesku
Selasa, April 08, 2008
Alhamdulillah, Jadi Calon Penderita Diabetes
''Belum. Baru calon penderita diabetes.''
Dokter Danang Legowo, mengungkapkan hal itu, ketika pagi tadi saya berada di ruang prakteknya, Rumah Sakit Budi Kemuliaan (RSBK), Batam. Saya makin lega, karena malam sehari sebelumnya, saat search di mbah google, juga menyebutkan saya baru calon diabtes juga. Makin tenang, dengan pernyataan dokter Danang. Ahli penyakit dalam itu pun menyatakan, agar saya berusaha hidup normal saja, tapi harus patuh pada gaya hidup. Terutama mengatur makanan dan berolahraga.
''Saya anjurkan berkonsultasi dengan ahli gizi ya?''
Tentu saja saya mengangguk. Kemarin, periksa mata ke dokter mata, ternyata tak apa-apa. Lalu diduga diabetes, disuruh ke labor periksa. Hasil labor didapat sore hari, dokter mata menyarankan ke penyakit dalam. Sekarang, dapat kabar baru pula, sebagai calon diabetes, hingga pindah ruang lagi untuk konsultasi.
Hmm...ternyata enak juga berkonsultasi dengan ahli gizi. Bukan dokter. Sayang, istri tak ikut pagi tadi. Jadi, pasti susah saya menjelaskan, makanan apa yang baik bagi saya ''si calon'' ini. ''Bapak masih beruntung, belum diabetes, dan belum juga ada komplikasi lain. Ingat saja tiga J. Tepat jenis makanannya, tepat jumlahnya dan tepat jadwalnya,'' begitu kata mbak Lola (benarkah ya?) si ahli gizi itu.
Bagaimana, kehidupan saya bersama ''calon diabetes'' dalam tubuh saya? Benarkah, istri saya akan tahan setiap hari, sebelum menyuguhkan nasi, harus menimbang berat nasi itu? Atau, tahankah saya makan nasi hanya boleh 350 gram dalam sehari? Nantikan di blog yang saya buat khusus diabetesku.blogspot.com
at 4/08/2008 03:53:00 PM 0 comments
Labels: Diabetesku
Senin, April 07, 2008
Periksa Mata Berbuah Diabetes
(Maaf, rencananya postingan ini akan saya seting lagi untuk esok 8 April, seperti setingan postingan soal dokter mata. Tapi saya tak sabaran lagi, mempostingkan saja untuk hari ini. Meski, Selasa esok, saya masih mengalami pemeriksaan lagi)
''Tak ada masalah matanya,'' ujar dr Kitri A.SpM, yang memeriksa mata saya di Rumah Sakit Budi Kemuliaan (RSBK), Batam, tadi siang.
Lega rasanya. Tapi saat saya kisahkan, saya sudah susah melihat angka-angka saat presentasi rapat menggunakan proyektor. Apalagi jika rapat itu seusai makan siang atau makan malam. Maka tercetuslah oleh dokter, agar saya memeriksakan gula darah.
''Periksa labor, fungsi ginjal dan hati,'' katanya, sambil mencentang beberapa kata-kata kedokteran di formulir.
''Saya juga puasa dok hari ini.'' Saya stel yakin kini, makin berani periksa labor, padahal sudah banyak yang menganjurkan. Mulai dari mak, istri hingga rekan-rekan kantor.
Ternyata, sangat suka para petugas labor, ketika tahu saya berpuasa. ''Nah setelah ini, bapak makan. Lalu dua jam setelah makan, datang lagi, kita ambil darah lagi,'' kata petugas labor. Wuih, lebih sakit suntikannya ketimbang saat donor darah. Tapi tentu tak banyak yang diambil. Lumayanlah mengisi pipa jarum suntik itu. hi..hi..hi..''Kalau makan bapak jam 10.15 nanti, berarti bapak datang lagi ke sini jam 12.15.''
Akhirnya, saya pastikan tak ngantor. Langsung pulang lagi ke rumah, dan membatalkan puasa. ''Nanti ikut aja semua ke RSBK lagi, sekalian kita ke optik, beli kacamata.'' Saya yakin, bakal pakai kaca mata. ''Ada dapat voucher diskon dari kartu kredit 30 persen, jika beli di Nagoya Hill.''
Nyatanya, keyakinan saya salah. Saat datang lagi ke labor, darah diambil tak sebanyak yang pagi. Hanya dari ujung jari, dan bukan lagi disuntik. Nah, hasil dari sesudah makan itulah, yang memang layak dibandingkan. ''Nah, berarti memang gula darah lah yang mempengaruhi penglihatan bapak.'' Dokter Kitri menjelaskan sambil membuka model sebuah mata di mejanya. Saya hanya bisa menangkap penjelasanya, seperti kalimat di atas tadi.
''Berarti sudah positif diabetes dok?'' Istri saya langsung menyelutuk.
''Tidak dan belum bisa disebut begitu. Makanya saya rujuk ke dokter penyakit dalam ya. Sopo namanya?'' Dokter Kitri melirik paramedis yang membantunya. Sepertinya dokter ini baru bekerja di RSBK, sebab saat saya mengantar ayah berobat, bukan dia dokternya.
Nah, yang saya ingat, dan juga dibahas bersama istri. Dokter Kitri menjelaskan hasil labor begini. ''Glukosa bapak saat puasa 155, seharusnya yang normal 110. Glukosa tidak puasa 190, normalnya 150.''
Hmm...malam ini sesaat sebelum menuliskan postingan ini, saya cari di mbah google. Dan mbah menyebutkan, jika glukosa saat puasa lebih besar dari 126, dan glukosa tidak puasa lebih dari 200, maka dikategorikan DM alias diabetes melitius.
Hmm...benarkah? Besok pagi, saya akan berusaha banyak tanya pada dokter ahli dalam RSBK yang telah saya ambil nomor antri konsultasinya. Walah, siapa namanya ya? Tapi untuk itu, saya cari tahu terus sama mbah google. Bahkan saya punya blog baru untuk menyikapi diabetes di tubuh. Simaklah blog baru saya diabetesku.blogspot.com.
at 4/07/2008 09:26:00 PM 2 comments
Labels: Diabetesku


