Akhirnya ada juga pengganti DVD player kami yang rusak. Kemarin bisa beraksi lagi mendengarkan lagu, setelah dapat ganti yang seken. Nah, sekeluarga asyik menikmati lagu barunya Anang, Separuh Jiwaku Pergi. (Dan postingan ini pun untuk ujicoba menarik trafik. he..he...)
http://www.youtube.com/watch?v=7FmLMcKonaM
Selasa, September 29, 2009
Separuh Jiwaku Pergi Dinikmati dengan DVD Player Seken
at 9/29/2009 08:38:00 AM 1 comments
Labels: Pribadi
Jumat, Juli 31, 2009
Mengelilingi Sisi Barat Jawa dan Sumatera
.jpg)

Bulan Juli 2009, jadi bulan penuh jalan-jalan bagi saya. Bermula dari 8 hingga 13 Juli, ke Jakarta dan sekitarnya. Lalu 23 Juli ke Sumatera Barat dan Riau.
Untuk ke Jakarta, bersama keluarga. Malahan, sempat pula merasakan jalan ke Puncak hingga menuju Bandung. Kedua anak saya senang mendapatkan pemandangan yang sejuk. Melihat kebun teh, sawah, meskipun tak sempat turun ke kebun stawberry.
Sedangkan perjalanan ke Sumatera Barat dan Riau, hanya saya sendiri. Ini memanfaatkan perjalanan dinas. Setelah dinas selesai di Bukittinggi, saya melalu jalan darat menuju Pekanbaru, untuk ketemu orang tua.
Dan diakhir Juli, 29-30 Juli menyeberang ke Pulau Bintan menggunakan roro dari Pelabuhan Tanjungpunggur. Nah, di sini mobil yang biasa sehari-hari saya pakai di Batam, bisa ikut dibawa. Asyik juga terasa, bisa membawa mobil Batam menyebrang ke pulau lain.
Apa benang merah dari semua perjalanan saya itu? Kalau dikaitkan dengan politik dan pemerintahan, ternyata, meski berdekatan dengan ibu kota negara, banyak juga daerah di sana yang belum ''semakmur'' yang saya anggap. Karena perjalanan itu melewati jalan yang bukan tol, ketahuanlah, masih banyak juga jalan jelek di Jakarta, Banten dan Jabar. Bahkan banyak juga rumah penduduk yang tanpa penerangan listrik PLN.
Benang merah lain lagi? He..he..., seenak-enaknya kata orang Nasi Kapau di Pasar Lereng, Bukittinggi, bagi saya tetap lebih enak nasi kapau di rumah makan di belakang Masjid Agung Annur, Pekanbaru. He..he...
Karena jalan-jalan, banyak makan-makan, makanya, siap-siaplah berat badan bengkak nih.
at 7/31/2009 05:14:00 PM 0 comments
Labels: Pribadi
Senin, Juni 15, 2009
Tugas pemimpin bukan untuk menguasai seseorang, melainkan menguasai dirinya sendiri. Macam kan betul saje....

Status di Facebook saya hari ini pukul 10.55 WIB: ''Tugas pemimpin bukan untuk menguasai seseorang, melainkan menguasai dirinya sendiri. Macam kan betul saje....'' Cepat dapat respon dari teman-teman. Ada yang langsung ''menjurus'', ada yang cukup mengklik gambar jempol saja.
Lebih dahsyat lagi, ada yang malah menguraikan sifat-sifat Allah di note Facebook-nya, tapi itu juga ''mengarah'' untuk statusnya. Sungguh, reaksi yang ''kejutan'' bagi saya. Apakah ini terkait, karena kita ingin mencari pemimpin baru negeri ini?
Bagi saya pribadi, status FB itu, hanyalah sekelebat pemikiran setelah ''melihat dan merasa'' apa yang terjadi di sekitar saya. Salah satunya saat kecewa dengan akhir film Ketika Cinta Bertasbih (KCB). Betapa tidak, KCB berakhir dengan tulisan ''to be continued...'' alias bersambung. Betapa ternyata lebih kapitalis, ''pengelola'' KCB ketimbang Ayat-ayat Cinta yang justru dianggap hanya ''memendekkan'' novel. Tapi KCB justu ''memanjangkan'' novel, dan kita dipaksa untuk nonton lagi berikutnya.
Hmm...tapi saya harus ''menguasai'' diri. Itulah haknya ''pengelola'' KCB. Dan saya juga, harus mengambil pelajaran dari isi film bagian pertama ini, yakni, kita harus menguasai kehendak sendiri. Dan kayaknya di bagian kedua film itu nanti, bagaimana sang suami menahan ''menguasai'' istrinya. hi..hi...
Di lingkungan lain, dunia kerja, hmm.... pemimpin kadang lupa, hanya di kantorlah mereka pemimpin. Di rumah lain lagi suasana yang dipimpinnya. Bisa jadi, malah dia tidak pempimpin di lungkungan RT nya. Karena ada Pak RT dan ketua komplek misalnya.
Bahkan saat lagi hangat capres sekarang, kita sudah melihat sendiri, bagaimana calon pemimpin kita itu rada susah ''menguasai'' dirinya sendiri. Yang digadang-gadang bakal pemenang dan disebut-sebut lebih kalem, justru juga ''menohok'' keras. he..he...
Jadinya, terpulang pada diri sendirilah. Termasuk saya sendiri, yang tiba-tiba punya kalimat; Tugas pemimpin bukan untuk menguasai seseorang, melainkan menguasai dirinya sendiri. Macam kan betul saje....he.he...
at 6/15/2009 12:17:00 PM 2 comments
Labels: Pribadi
Senin, Juni 01, 2009
Anak Saya Belajar tentang Kebutuhan dan Keinginan
Subuh ini di status facebook saya begini: kebutuhan dan keinginan, dua kata ini ternyata telah jadi pembahasan di buku pelajaran IPS kelas 3 SD. Semoga anak saya memahaminya...
Salut juga dengan pelajaran sekarang. Rasanya itu, saat kelas 3 SD, tak ada pelajaran begitu. Tapi kalau prakteknya, pastilah saya telah mengalami dibanding anak saya. Bagaimana banyak kebutuhan (need) dulu harus ditahan, dan akhirnya hanya sekedar jadi keinginan (want). Salah satunya, bagaimana saya dulu menginginkan gitar.
Saya ceritakan pada anak saya, tentang itu. Dia manggut-manggut.
at 6/01/2009 09:46:00 AM 0 comments
Labels: Pribadi
Rabu, April 08, 2009
Ketika Pesan Bola Pak Saleh AS Masih Menggema di Hati Saya
Magrib kemarin, teman saya yang pernah jadi reporter olahraga Riau Pos, Candra Ibrahim (sekarang sama domisili di Batam), mengirimm pesan via chating. ''Pak Saleh AS meninggal.'' Ingat Saleh AS, ingat PSPS. Cepat saya cari info lengkap. Teman kuliah, yang dekat rumah dengan Pak Saleh membenarkan.
Begitu juga, Philep Hansen, mantan pemain PSPS yang juga mantan tetangga saya di Pekanbaru, menginformasikan lebih lengkap. ''Oh ya, lupa aku beritahu kau, De. Ketua PSPS yang dulu, Pak Iskandar dan lain-lain aku beritahu. Kami barusan dari sana. Semua datang, semua mantan pemain PSPS seperti Margono dan lain-lain datang. Kau saja tak datang.''
Sedih juga dibilang, ''kau saja tak datang''. Pak Saleh bagi saya adalah nara sumber utama dan salah satu yang pertama ketika mengawali karir sebagai reporter olahraga di Riau Pos, Agustus 1992. Teringat, bagaimana semula dia tak percaya bahwa saya adalah termasuk anak didiknya di sekolah sepakbola milik PSPS (saat itu saya masih SMP). Saking penasaran, dia buka arsip-arsip sekolah itu dan terbuktilah, ada data saya dan bahkan ada pas foto saya.
Ketika PSPS masih divisi kampung (Divisi II), saya tahu persis, siapa sebenarnya yang menggelar kompetisi antarklub. Beliau sudah datang duluan ke Stadion Hang Tuah dengan sepeda bututnya. Jauh lebih duluan datang ketimbang pengurus lain. Di stadion yang ada hanya, karyawan pengelola stadion, dan maaf (saya boleh nyombong), saya turut hadir, karena memang tugas saya meliput. Sesekali tentu saja saya membantu beliau mengangkat meja, dan kursi untuk wasit dan inspektur pertandingan.
Dan bagaimana keras hati beliau untuk tetap menggelar kompetisi, meskipun sering ''diancam''. Apalagi jika yang bermain klub-klub dari ABRI (zaman dulu itu, tahun 1992 ke atas). Ada dua klub anggota divisi utama PSPS yang dari angkatan. Pak Saleh sering susah nyusun jadwal. Karena kedua klub angkatan itu, selalu minta waktu bertanding, yang tidak pas saat mereka sibuk. Misalnya karena sibuk pengamanan presiden atau karena latihan perang (dulu kan sering latihan perang di Riau).
Banyak kisah lain, termasuk, ''tak malunya'' beliau mendatangi ketua PSPS di zaman itu (sering berganti) baik itu walikota, komandan Kodim dan lain-lain dengan sepedanya. Beliau mengingatkan soal kompetisi dan mencari dana kepada para ketuanya itu.
Susah bagi saya melupakan Pak Saleh. Bahkan, ketika saya sudah ditugaskan di Batam tahun 2000, beliau sempat-sempatnya menelepon saya. ''Bikin jugalah maju PS Batam, De. Masuk jadi pengurus.'' Pesan itu sekitar tahun 2003, ketika beliau sudah jadi pengurus Pengda PSSI Riau.
Pesan yang terus terang susah saya laksanakan. Tapi saya tahu inti pesan itu sebenarnya. Yakni, di manapun saya berada, hati saya harus mencintai sepakbola Indonesia. Saya harus terus menggalang fanatisme sepakbola daerah, minimal dengan tulisan-tulisan saya, meskipun tak jadi pengurus bola.
Ooh, merinding bulu kuduk saya, mengingat semuanya. Termasuk ketika saya ''berani'' menyindirnya, yang kayak sendirian saja mengurus bola, mengurus PSPS. Dan ketika PSPS berjaya, dia bisa memaklumi, ketika orang-orang melupakannya***
*****
Hari ini, Riau Pos pun menuliskan tentang Pak Saleh. Silakan simak di http://riaupos.com/main/index.php?mib=berita.detail&id=6641
Obituari M Saleh AS, Pengabdi Sepakbola Riau
Sempat Kecewa Baju PSPS Berubah Warna dan Corak
Laporan DENNI ANDRIAN, Pekanbaru
Salah seorang pengabdi sepakbola Riau telah berpulang ke rahmatullah. Saleh AS namanya. Pengabdiannya untuk sepakbola Riau tak ada duanya, tapi mungkin sudah banyak yang melupakan semua pengabdiannya itu.
KETIKA PSPS masih berkutat di Divisi II dan Divisi I sekitar 10 tahun silam, sebuah sepeda tua selalu parkir di areal parkir Kantor Gubernur. Ternyata, sepeda tua tersebut milik Sekretaris Umum PSPS Perserikatan, Muhammad Saleh AS.
Pria kelahiran Medan 12 Oktober 1932 ini, tak lelah mendayung sepedanya dari sekretariat PSPS Perserikatan yang saat itu terletak di Stadion Hang Tuah menuju Kantor Gubernur untuk menyampaikan surat ke Pembina PSPS, Saleh Djasit dan Ketua Umum PSPS Tengku Lukman Jaafar.
Tapi, aksi Saleh AS ini bersama sepeda tuanya tak terlihat lagi di tahun 2000. Pasalnya, kakek empat cucu ini dihadiahkan Gubernur Riau saat itu, Saleh Djasit sebuah sepeda motor grand. Kegiatan Saleh untuk urusan PSPS bersama Honda Grand-nya tersebut hanya berjalan setahun karena di tahun 2002, suami dari Zukrin berhenti dari Sekretaris Umum PSPS.
Tak dipakai di PSPS, bukan berarti Saleh meninggalkan kegiatannya untuk mengurus sepakbola. Ketelitiannya dalam hal mengurusi administrasi pemain sepakbola dan lainnya dimanfatkan Pengprov PSSI Riau. Di tahun 2003, PSSI Riau memakai tenaganya untuk mengurus sekretariat. Kegiatan ke PSPS berkurang, Saleh AS hanya bolak balik ke KONI Riau untuk urusan PSSI Riau.
Ayah empat anak ini tetap peduli dan terus mengikuti perkembangan PSPS. Ketika PSPS degradasi ke Divisi I dua tahun silam, Saleh cukup kecewa. Saat bercerita dengan Riau Pos beberapa waktu silam, ia juga sempat menantang PSPS untuk tampil di Copa Dji Sam Soe, agar PSPS bisa fokus dan berprestasi di Liga Indonesia.
Saleh memang sudah mendarah daging dengan PSPS. Sekecil apapun hal yang menyimpang selalu ia ketahui. Tapi apa daya, dirinya memang sudah tak punya kekuatan untuk berbuat. Ia sempat memprotes berubahnya corak kostum PSPS tampil di Liga Indonesia.
Kostum kebesaran PSPS saat ini, sudah meninggalkan garis biru putih yang memang sudah dirancang sejak PSPS terbentuk. Padahal garis putih biru sebanyak tujuh garis tersebut melambangkan tujuh kecamatan yang ada di Pekanbaru waktu yang telah sama-sama mendirikan PSPS.
‘’Saya pernah bicara dengan Pak Saleh tentang baju ini. Memang dia protes,’’ ujar salah seorang mantan pemain PSPS, Waldos Kenedi. ‘’Beliau pernah bilang, kalau memang mau diubah maka sesuaikan dengan sejarah mengapa garis tujuh biru putih itu dibuat,’’ tambah pria yang cukup dekat dengan Saleh AS saat PSSI Riau menggelar Lisensi B, Februari lalu ini.
‘’Yang saya salutkan dari Pak Saleh adalah ketelitiannya dalam hal administrasi. Hingga saat ini, saya belum menemukan sekretaris organisasi sepakbola sebagus dia dalam hal mengurus administrasi. Saya rasa, data mengenai pemain PSPS dulu masih ada sama beliau’’ ujar Oyong Ezeddin, mantan pengurus dan pemain PSPS yang sempat lama bekerja dengan Saleh AS . Kini perhatian Saleh terhadap PSPS berhenti. Selasa (7/4) pukul 02.30 WIB, Saleh AS menghembuskan nafasnya yang terakhir di RSUD Arifin Ahmad karena serangan jantung. Saleh sempat dirawat lima hari di Santa Maria dua bulan lalu.
Namun, ia diizinkan pulang karena kondisinya mulai membaik. Namun, ia kembali sakit dan dirawat di RSUD selama lima hari sebelum meninggal, Selasa (7/4) dinihari. ‘’Bapak sempat meminta saya mengumpulkan orang bola dan kerabat karena ia merasa sakitnya sudah tak bisa diobati,’’ ujar anak keduanya, Firman Saputra yang akrab disapa Kaka ini.
Menurut cerita Ahmad Sayuti (anak kedua Saleh AS), penyakit jantung ini baru didapatkan ayahnya awal tahun ini. Padahal, dia belum pernah melihat ayahnya sakit keras atau opname di rumah sakit. ‘’Seumur hidup saya, belum pernah lihat bapak sakit keras. Kalau ada pun, sakit-sakit biasa saja,’’ jelasnya.
Saleh AS lahir, 12 Oktober 1932 di Medan. Ia lama merantau di Aceh Sigli selama 10 tahun, di Medan 15 tahun dan selanjutnya pindah ke Pekanbaru sejak tahun 1955. Ia sempat pindah ke Bengkalis tahun 1959 selama satu tahun setengah dan kemudian kembali ke Pekanbaru.
Saleh AS mulai di PSPS 1969 sebagai Sekretaris Umum. Ia juga sempat menjabat sebagai Sekretaris Umum Persires Rengat. Sebelum ke Riau, Saleh sempat menjadi wartawan Dobrak di Medan tahun 1955 dan memiliki tim sepakbola Basoka di Medan. Saleh meninggalkan empat anak, empat menantu dan empat cucu.
Keempat anaknya adalah Ir Ahmad Sayuti, Firman Saputra, Syahroni dan Sukma Saridewi. Sementara empat cucunya adalah Murniyenti, Andriani, Rosita dan Ir Saiful. Selamat jalan pak saleh, jasamu akan selalu dikenang pendukung PSPS.***
at 4/08/2009 10:30:00 AM 4 comments
Labels: Pribadi
Rabu, Maret 18, 2009
Memanfaatkan Berbagai Point: Tolak Pizza, Ganti Pulsa dan Gramedia
Hmm...kadang-kadang kita lupa (eh kita, mungkin saya aja ya), memanfaatkan berbagai point yang didapat dari produk yang kita pakai. Semisal point kartu halo saya. Seminggu lalu saya manfaatkan untuk ikut undian berhadiah, dan kirim pulsa gratis bicara ke orang tua. Lalu barusan tadi, sebelum postingan ini, sudah melaporkan ke cs kartu kredit HSBC, agar point saya ditukar dengan diskon belanja ke Gramedia. Saya menolak potongan harga utk pizza hut, tersebab, kurang suka pizza.
Tapi itu dia, pulsa bicara yang saya kirim ke orang tua, baru kemarin masuk. Artinya sudah satu minggu sejak saya kirim, baru bisa benar-benar dimanfaatkan seminggu kemudian. Sedangkan yang dsikon Gramedia, kata cs HSBC itu, paling lambat datang seminggu dan paling lama sebulan. he..he...
Hmm...tapi dasar gratis ya (eh apa benar gratis, kan kita pakai produk mereka ya...), sehingga harus lama begitu datangnya. he..he....
at 3/18/2009 05:38:00 PM 0 comments
Labels: Pribadi
Jumat, Februari 20, 2009
Menjauh Dari Laptop: Road Show Panti Asuhan
Sesekali jauh dari laptop memang bikin kangen. Tadi saya lakukan itu mulai pukul 09.00 hingga 15.20 WIB. Juga tak mengaktifkan agilemessenger agar bisa chating via hape. Tak ada mikirkan job yang diburu dan bakal masuk untuk blog-blog saya. Larut dalam ''merindingnya'' masuk Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Batam, nyaris menangis saat menjenguk korban lumpuh layu, dan tersentuh dan terhenyak ketika mendatangi panti asuhan.
Masih sempena Ultah tempat saya bekerja, Posmetro Batam. Kami 11 orang perwakilan kantor road show. Diawali ke Lapas di Tembesi. Ternyata kami sudah dinanti dengan kemungkinan tanding voli atau bernyanyi ria. Tapi maklum karena mau ke tempat lain, jadinya hanya nyerahkan kado perlengkapan olahraga. Dan karyawan wanita, sempat bersilaturahmi dengan napi wanita di sana.
Kemudian berlanjut ke rumah, korban lumpuh layu. Mereka tiga beradik. Satu adik bungsunya telah meninggal dua hari lalu. Tinggal si abang dan kakak yang dihidupi dengan susah payah oleh kedua orang tuanya di Sagulung Baru. Saya nyaris menagis di sini. Susah nak menyebutkan mengapa.
Selanjutnya kami pun road show ke panti asuhan, hingga tersesat. Adalah Arjal, yang ingin kami mendatangi panti asuhan yang justru jarang didatangi bantuan. Panti Asuhan pertama salah alamat rupanya. Tapi akhirnya ketemu, yang justru tak jauh dari rumah korban lumpuh layu. Ada semangat hidup dari pengelola panti yang muda dan masih bujangan itu.
Terakhir ke panti asuhan di Kavling Senjulung tak jauh dari Punggur, tentu saja sesudah solat jumat. Di sini bukan semangat muda yang kami temui, tapi semangat untuk bisa hidup meski pengelolanya bukan orang sekolahan. Dia berusaha mendirikan sekolah. Dan di sana pula, kami temui ada warga yang tak suka (he...he...tak usahlah cerita yang ini ya..)
Tak ada cerita makan siang? Hmm...kata Ramon, makan siang di Yayasan Sri Rejeki saja di Nongsa. Anda yang pernah ke Batam atau belum pernah, carilah itu, enak tempat makannya, tapi tentu saja tanpa pakai nama yayasan. ha..ha...
NB: Jika ada yang bertanya kok judulnya Road Show Panti Asuhan, kan bukan panti aja didatangi? Ya itulah, itu pula nak dikasih judul. hii...hi...
at 2/20/2009 04:16:00 PM 0 comments
Labels: Pribadi
Sabtu, Februari 14, 2009
Yang Lain Valentine, Kami Family Gathering
''postingan utk bbrp blog sudah selesai, job review juga. Siap-siap ke family gathering kantor, tanpa mikir internet lagi'' Itu bunyi ''what are you doing right now'' saya di facebook. Kantor tempat saya bekerja, Posmetro Batam, hari ini ultah ke-9. Hingga setakat ini, semua berjalan normal. Saya tak lagi ''mengutak-atik isi'', malahan rasanya sejak Februari ini, tak sekalipun ''menyinggahi'' ruang redaksi lagi. Hi..hii...asyik di ruangan sendiri, sambil mengamati laporan usaha yang masuk dan tentu saja ''mengutak-atik'' blog. Apa tema ultah ke 9 ini? Pertanyaan serius; saya tak pandai bercakap banyak, mungkin ini: biarlah regenerasi berjalan serasi dan saya menikmati hari-hari dalam ruangan sepi dengan tetap senang hati. hi...hi...Maaf, tak nyambung dengan judul, dan juga hanya satu alinea. Coba gaya baru, kan blog milik sendiri. hi..hi...
Selengkapnya...at 2/14/2009 06:52:00 AM 2 comments
Labels: Pribadi
Selasa, Februari 10, 2009
Merenung Diri Aja...
Hari ini tepat 9 tahun saya dan istri bermukim di Batam. Menghasilkan dua anak gadis, yang sekarang berumur 8 tahun dan 5 tahun nyaris enam. Tidak ada hal istimewa dilakukan hari ini. Tapi saya dapat pelajaran penting, laptop yang eror konek karena asyik ngutak-atik dan masukkan software yang didownload gratisan. Hooo...
Maaf, tak ada lanjutan lagi. Merenung diri aja...
at 2/10/2009 09:42:00 PM 0 comments
Labels: Pribadi
Rabu, Februari 04, 2009
Akhirnya, Bisa Keliling Pulau Bintan Pakai Mobil yang Dibawa dari Batam
Sengaja judulnya, ''jelas'' seperti di atas. Karena ini suatu kebahagiaan dan informasi bagi orang lain yang ''belum tahu'' atau ''agak tahu'' bagaimana mobil di batam, susah keluar Batam.
Tapi hari Selasa (3/2) dan Rabu tadi, mobil kantor kami yang berplat tanpa X di belakangnya, bisa menyeberang ke Pulau Bintan dengan menggunakan ferry ro-ro. Bila berplat X (biasanya mobil eks Singapura), tak bisa.
Asyiknya lagi, ternyata setelah menyeberang dari Pelabuhan Punggur ke Tanjunguban (berjalan satu jam, biasanya dengan ferry biasa, hanya 15 menit), jalanan dari Uban ke Tanjungpinang mulus aspalnya. Kecepatan tak dipaksa, paling laju 80 km per jam, bisa sampai di Tanjungpinang sekitar dua jam perjalanan. Itu pun, sudah memutari dahulu Tanjunguban, lalu melihat kawasan industri Lagoi, dan keliling Kijang, ibu kota Kabupaten Bintan.
Hmm...udahan aja ya postingan ini. Baru sempat ditulis menjelang jam 12 malam nih. Ngantuk pula, dan tadi sibuk pula posting blog lain, karena saat di Pinang, internet via Indosat ngadat. ha..ha...
at 2/04/2009 10:53:00 PM 1 comments
Labels: Pribadi
Senin, Februari 02, 2009
Teknisi Indosat Sukses Bikin Setting Modem dan Login Internet di Laptop Acer Aspire One A150 (3G) Milik Saya
Akhirnya, bisa juga digunakan modem yang sudah ada dalam laptop Acer Aspire One A150 (3G) milik saya pagi ini. Adalah berkat Heri, teknisi Indosat di Kantor Baloi, Batam, kini bisa berinternet tanpa perlu repot mencolokkan modem. Sebelumnya, saya dihantui penasaran tak bisa login sejak sebulan lalu beli laptop yang biasa disebut netbook itu.
Semula Heru, nyaris saja ''menyerah''. Karena tak ketemu driver modem di laptop. Saya bilang, CD nya ketinggalan di rumah. Tapi ketika direstatnya lagi, dan saya klik ke kiri untuk aktifkan 3G, maka muncullah tanda koneksi USB Modem Qualcom yang memang sudah include di laptop.
Setelah itu, saya tak paham lagi, apa yang diotak-atiknnya. Ketika sukses login, saya senang sekali. Rasanya tak sia-sia beli laptop yang sudah ada modem di dalamnya, dan kita tinggal masukkan SIM Card saja ini. Saya tak peduli, meskipun speed hanya 7,2 Mbps, tapi bagi saya lumayan. Karena saya menggunakan kartu IM3 yang telah diisi voucher internet senilai 5 ribu perak. Dan menurut promo yang ada di koran-koran Batam, termasuk tempat saya bekerja, Posmetro Batam, lima ribu perak itu bisa untuk 250 menit alias empat jam lebih.
Nah, jika Anda pemilik jenis laptop yang sama dengan saya, maka cobalah hubungi Heru di Batam. Atau ''Heru Heru'' lain yang ada di Indosat di seluruh Indonesia. Karena jika saya menjelaskannya, saya tak paham juga. he..he...
Terima kasih Mas Heru, terima kasih Indosat.
NB: Saya mengetik postingan ini, langsung di blogspot dan internet IM3 tetap jalan. hm...
at 2/02/2009 09:39:00 AM 1 comments
Labels: Pribadi
Minggu, Februari 01, 2009
Online di Tengah Riuh Rendah Ibu-ibu Masak untuk Arisan
Saat online ini, di belakang saya berlalu lalang ibu-ibu yang membantu istri saya untuk memasak. Suasananya riuh rendah. Sebenarnya ingin ''kabur'', tapi kata istri nanti aja, setelah makan siang jam 11. he..he...
Ya, tepat jam 12 atau sesudah Zuhur, ibu-ibu sekitar rumah akan berkumpul di rumah saya. Istri saya dapat arisan bulanan, dan giliran dia menjamu makan sekalian. Biasanya, mereka makannya di restoran, tapi kali ini karena sudah bosan, kembali diadakan di rumah.
Masakannya pun beragam banyaknya. Mirip orang mengadakan pesta syukuran sunatan atau aqiqah. Tentu tanpa daging kambing lah. Terlihat kemarin sudah dibeli; udang, ikan laut yang akan dibakar, juga lele goreng. Di kulkas saya lihat ada juga telur puyuh.
''Selain ibu-ibu, anak-anak seluruh RT ini pun boleh datang.'' kata istri saya.
He..he..., arisan mereka kali ini sebenarnya hanya salah satu lorong di RT kami. Arisan seluruh RT ada juga. Tapi hari ini, istri saya seperti ''open house'' untuk yang lain. Karena hal itu juga sudah terbiasa dilakukan di lingkungan kami ini. Malahan, jika ada acara syukuran untuk orang kantor, maka sesudah tamu pulang, para tetangga lagi yang datang. Rata-rata seperti itu. Ini yang disenangi anak saya yang paling tua dan palinng gendut itu. hi..hi...
at 2/01/2009 09:06:00 AM 0 comments
Labels: Pribadi
Senin, Januari 26, 2009
''Tak Ada Bapak Wong Cilik di Singapura''

''Kok tak ada spanduk atau umbul-umbul di Singapura, Bang Zul?''
''Hooo..., iya. Tak ada bapak wong cilik di Singapura seperti di Batam.''
Kami tertawa serempak mendengar obrolan itu. Inilah salah satu suasana seru percakapan saat perjalanan kami satu kantor di Singapura, 25 Januari. Bang Zul, adalah pemandu wisata yang sangat tahu Batam juga Singapura. Sehingga dia tahu istilah-istilah keren di kedua tempat, termasuk soal politik.
Bapak wong cilik itu, salah satu tema spanduk atau umbul2 atau juga baliho persiapan caleg untuk Pemilu 9 April nanti. Jika di Batam, banyak kali bertebaran alat peraga/promosi itu tanpa aturan, di Singapura, malah tak ada sama sekali. Bahkan juga promo perusahaan swasta pun tidak sembarang tempat.
Dan soal, tak ada bapak wong cilik itu, juga bisa berarti ''tak ada pembicaraan politik seru'' di Singapura. Bisa jadi juga, tak ada lagi kisah si kaya dan si miskin yang mencolok. Tentu sangat beda jauhlah dengan Batam.
Semua itu, dapat ''ditangkap'' dari cerita Bang Zul yang sangat spesial berkisah tentang Singapura. Dan bagi kami semua, berwisata ke Singapura dengan guide dari travel baru kali inilah terjadi. Biasanya kami pergi sendiri-sendiri atau dengan keluarga masing-masing, dan tanpa guide resmi berlisensi itu. Jadi, berkat Bang Zul, kami banyak tahu persis mulai dari gedung hingga hal-hal kecil ''dibalik'' orang-orang penting Singapura. he..he...
''Tahun depan kita jalan-jalan ke Bandung aja, bang.'' Teman-teman kantor nyelutuk itu ke arah saya.
Semoga, omset 2009 bisa lebih bagus dari 2008. Sehingga bonus untuk jalan-jalan bisa terus berlanjut. he....he...****
post brought to you by Bottle Opener
Share on Facebook
at 1/26/2009 09:13:00 AM 1 comments
Labels: Pribadi
Minggu, Januari 25, 2009
Liburan ke Singapura Bersama Puluhan Teman Kantor
Hmm....bangun jam 3.25 WIB, pantau blog (ada puluhan blog saya, yang untuk hari ini dibikin postingan otomatis), lalu mandi. Seterusnya sambil nunggu azan Subuh, ya, postingan ini. Hmmm...bagaimana ya nanti liburan ke Singapura bersama puluhan teman kantor?
Ya, pagi ini jam 06.00 WIB ferry akan mengangkut kami ke Singapura. Jauh hari sebelum itu, teman-teman kantor yang belum pernah ke Singapura (meskipun bisa tiap hari di lihat dari Batam), sangat antusias membicarakannya. Apalagi, serunya bikin paspor yang mepet, ditambah pula harus bikin NPWP agar tak kena fiskal.
Meski tidak nginap, pergi kapal pertama dan pulang kapal terakhir, semoga perjalanan kali ini makin memotivasi kami seluruh karyawan untuk makin bekerja keras di tahun 2009 ini. Amin.
Sory, postingannya dikit aja ya, mau solat dan segera menuju pelabuhan Batam Center diantar istri.***
post brought to you by Bottle Opener
at 1/25/2009 04:52:00 AM 0 comments
Labels: Pribadi
Kamis, Januari 22, 2009
Coba Main di Facebook: Dapat Teman Lama dan Mantan Model
Pagi tadi, sambil ngecek kebenaran masuknya dolar ke paypal, saya cek email di gmail. Dolar benar ada pemberitahuan masuk. Juga saya dapat kejutan lain. Ternyata teman saya di Facebook (FB) bertambah banyak juga dan belum saya add. Tapi jumlah teman itu, belum sebanyak di Friendster (FS) yang nyaris 3 ribu orang. He..he...
Salah satu kejutan itu, ternyata ada teman kuliah yang paling pintar dulu, menghubungi via FB. Selain itu, dapat teman Ratih Sanggarwati. Itu mantan model tahun 80-an yang sekarang kabarnya jadi Caleg.
Dan tentu saja, teman FB saya yang lain adalah pakar marketing, Hermawan Kertajaya dan bapak blog Indonesia, Enda Nasution. Kadang, jadi ''malu'' juga ikut FB, karena orangnya intelek semua. Beda ikut FS, yang ABG, he..he...
Dan malam ini, saya berhasil bikin postingan ini untuk di sharing langsung ke FB. Lihatlah icon di bawah ini ya...****
post brought to you by Miami Interior Design
Share on Facebook
at 1/22/2009 09:21:00 PM 2 comments
Labels: Pribadi
Minggu, Januari 18, 2009
Axis Bukan GSM yang Baik?
Alhamdulillah, akhirnya kembali ke Batam. Tentu saja, nikmat berinternet dengan mudah kembali berjalan seperti biasa. Tidak seperti mulai 14 hingga 17 Januari 2009, saat berdinas ke Pekanbaru. Mungkin penyebab terganggunya itu, karena terlalu besar harapan saya pada Axis. Hah...mengapa pula?
Ya, tanggal 14 itu, saya sempatkan singgah ke kantor Axis Batam di Nagoya Hill menjelang ke Bandara Hang Nadim. Tapi CS di sana mengatakan, saya harus pakai USB Modem yang disediakan. Jadi, meskipun laptop Acer Aspire One A 150 (3G) sudah punya modem langsung, tak bisa menjalankan internet dengan SIM card Axis.
Setelah saya sampaikan logikanya, bahwa saat di laptop itu saja, kartu Axisnya sudah bisa menerima SMS dan mengirim SMS, tentu sedikit saja lagi untuk bisa login ke internet. Akhirnya sang CS menyatakan, mereka belum mempelajari laptop beginian, jadi saya akan mereka hubungi kembali.
Lalu cepat-cepat ke Bandara. Dan tanggal 15-nya, saya menuju kantor Axis Pekanbaru di Mall SKA. CS yang ini agak lebih sopan melayani dan mengakui kekurangannya. ''Kami belum pelajari bagaimana laptop seperti punya bapak bisa dipakai untuk internet Axis. Tadi juga barusan ada yang datang, sama laptopnya.''
Ya, hari itu di Mall SKA, ada pameran laptop. Dan laptop 3G seperti milik saya, salah satu primadonanya. Tapi sayang, laptop saya tak bisa maksimal beraksi saat di hotel, karena hotspot hotel kurang kuat sinyalnya. Sedangkan kartu Axis yang ada di laptop, tak bisa sama sekali conecting. Dan sudah dua kantor Axis saya datangi, CS juga tak bisa membantu.
Nah, bila kita ingat, tiap hari disuguhi iklan yang menyatakan Axis GSM yang baik. Lalu ada ''persamaan'' antara anak Yogya dan Bali (Kiara) bagaimana mereka melayani orang, pantaskah saya menggugat pernyataan Axis GSM yang baik itu? Bukankah menguntungkan bagi mereka, orang tak perlu beli modemnya, tapi akan menyerbu kartunya untuk digunakan berinternet? Betapa tidak, biaya internet Axis hanya Rp0,7/kb, paling rendah di antara operator lain.
Jika saya tak bisa juga mengakali tetap bisa berinternet Axis, maka berpindahlah saya pada yang lain. Hanya rasa penasaran yang membuat saya bertahan mencari akal, karena via hape dengan nomor Axis yang sama, saya bisa berinternet, tapi mengapa dengan laptop tidak eh belum?***
post brought to you by Miami Interior Design
at 1/18/2009 04:33:00 PM 1 comments
Labels: Pribadi
Rabu, Januari 14, 2009
Ujicoba Hostpot Bandara Hang Nadim, he..he..
Postingan ini menggunakan fasilitas hotspot gratisan di Bandara Hang Nadim, Batam. Hemm...tapi sebenarnya yang pantas disebut ujicoba itu adalah, laptop saya ya. Memang, baru pertama kali pakai hotspot di sini, sempat grogi juga bagaimana cara koneknya. Untung, laptop daku ini sudah bisa mencari sendiri. hi..hi...
Tapi kalah bagus dengan hotspot di Tiban Center, sinyalnya. Di Tiban bisa speed bisa 54 mb, di bandara hanya 11 mb. Makanya, nyaris saja postingan ini tak bisa dilakukan di tempat aslinya.
Oke, begitu aja postingan ini ya...pesawat Lion Air tujuan Pekanbaru sudah mau berangkat.
at 1/14/2009 12:28:00 PM 0 comments
Labels: Pribadi
Selasa, Januari 13, 2009
Enaknya Ngenet via Wireles, Lupa Setting Axis
Belakangan ini saya ke kantor, langsung bawa laptop dari rumah. Lebih asyik lagi, ngenet tak perlu colok ke kabel jaringan. Tapi laptop saya mampu menikmati internet wireles. Tapi celakanya, saya kelupaan lagi datang ke kantor Axis untuk menseting supaya support ke laptop. Padahal besok, sudah mau ke Pekanbaru.
Sore tadi baru sempat menuju kantor Axis yang terletak di komplek Nagoya Hill. Tapi tentu saja sudah tutup. Mungkin pagi besok, saya usahakan singgah dahulu. Atau kalau tidak, ya, di Pekanbaru saja datangi kantor Axis.
Sebenarnya, kalau di rumah, saya masih tetap setia pakai speedy. Baru coba Axis untuk di hape. Tapi saat dipakai ke laptop, sepertinya ada kendala sedikit, hingga tak bisa connecting. Di hape, ternyata murah, Rp0,1/kb. Sedangkan di Pekanbaru nanti, di tempat ortu, tentu seganlah mencolokkan laptop ke telepon mereka. Hi..hi...
Semoga juga, ruang rapat dinas yang saya ikuti ada wireless hotspotnya. Sehingga makin tetap bisa menikmati hematnya berintenet, walau jauh dari Batam. hm...***
post brought to you by Miami Interior Design
at 1/13/2009 10:04:00 PM 0 comments
Labels: Pribadi
Senin, Januari 12, 2009
Terkuaknya Penasaran ''Ilmu Baru''
Ini postingan yang telat. Saya sudah janji pada diri sendiri, akan memposting pada curhatan saya tempo hari soal penasaran ''ilmu baru''. Sekarang ilmu itu sudah saya kuasai.
Apa itu? Silakan simak blog saya yang lain di www.adeadransyahlan.com. Ilmunya, ya, tak jauh dari kegairahan yang cari selama ini, terkait bisnis online atau internet marketing. he..he...***
post brought to you by Bottle Opener
at 1/12/2009 01:39:00 PM 1 comments
Labels: Pribadi
Sabtu, Januari 10, 2009
Memenuhi Janji jadi Guru di SMK Hang Tuah
Hari ini rutinitas saya agak berbeda. Tak langsung ke kantor, tapi ngajar dulu. Wah, jadi guru? Iya, jadi guru di SMK Hang Tuah. Sekolah itu, Kepsek-nya, mantan karyawan saya. Pemiliknya, bisa dikatakan teman sekaligus bapak saya di Batam ini.
Apa yang saya ajarkan? Hmm...tak jauh-jauh dari soal internet marketing atau bisnis online. Utamanya google adsense. Seru, ternyata puluhan (berapa jumlah satu kelas tadi ya...lupa pula, tapi mereka anak kelas satu jurusan multimedia), rata-rata sudah punya blog. Tapi ada yang pula alamat blognya sendiri. Saat saya bilang, dengan blog bisa dapat duit, dolar lagi, rada tak sabaran untuk langsung tahu caranya.
Mantap fasilitas labor komputer SMK Hang Tuah yang terletak di Bengkong Polisi ini. Sehingga tampilan laptop baru saya pun bisa ditampilkan dengan proyektor. Keren, saya ngajar dengan hanya mengklik laptop. Maka tampillah ebook yang sudah lama saya simpan. Mulai bagaimana ebook itu menunjukkan bikin blog hingga bagaimana mendaftarkan diri ikut google adsense. Dan anak didik saya tadi, sudah sampai pada tahap, menunggu aproved dari google, dua atau tiga hari lagi via email.
Semoga diaproved blog mereka. Kalau tidak, Insya Allah pun saya akan tetap semangat mengajar lagi, setidaknya waktu saya tak bentrok dengan kerja. Apalagi, janji ngajar ini memang selalu ditagih Pak Imbalo pemilik sekolah itu. Bahkan hari ini pun dia tulis tentang itu di blognya ini.***
post brought to you by Bottle Opener
at 1/10/2009 01:07:00 PM 0 comments
Labels: Pribadi


