Kehilangan ''Syahlan'' di Kartu Keluarga ~ sebuah blog yang tahu diri

Jumat, April 04, 2008

Kehilangan ''Syahlan'' di Kartu Keluarga

Alhamdulillah, kartu keluarga akhirnya siap juga dan diterima Senin 31 Maret. Lebih cepat beberapa minggu dibanding KTP. Tapi sayang, anak bungsu saya, kehilangan Syahlan di namanya. Hanya tertulis Rifa. Salah siapa? Adakah ini karena komputer SIAK alias Sistem Informasi Administrasi Kependudukan rusak servernya?

Tak tahulah. Yang anehnya, nama saya yang pakai Syahlan, ada. Begitu juga nama si sulung Nataya. Apa karena petugas SIAK bosan dengan tiga kata Syahlan yang harus diketik?

Bagaimana nanti, ketika anak saya ingin masuk SD dan diminta perlihatkan Kartu Keluarga? Apa tak jadi masalah dikemudian hari, ketika namanya berbeda dengan akte kelahiran? Lagi pula Rifa sudah ada NIK alias Nomor Induk Kependudukan, yang kabarnya akan dipakai terus hingga dia nanti ngurus KTP bahkan seumur hidupnya.

''Kita tunggu saja, sistem SIAK ini aman. Nanti baru kita urus lagi, nama si Rifa ini. Kan Rifa baru tahun 2009 nanti masuk SD. Perpanjangan TK dia kan, ke TK B tak perlu administrasi lagi.''

Saya berusaha tenang. Menenangkan kekhawatiran istri. Dan juga berfikir positif, KTP dan KK orang lain saja banyak yang belum siap berbulan-bulan hingga dikomplen di radio BATAM FM setiap hari. Tapi dalam ketenangan saya, terlintas wajah Ria Saptarika, wakil walikota Batam, yang dipercaya jadi penanggungjawab proyek SIAK. Tak bisakah dia yang orang IT -- kabarnya pernah kerja di PT THOMSON-- mengajari karyawannya bagaimana menggunakan komputer? Atau mencari sistem atau guru untuk mengajari?

Saya jadi teringat, ketika dia ceramah di Ramadan tahun lalu di masjid Muhajirin, Tiban BTN. ''Isi formulir data kependudukan itu bapak dan ibu. Lalu dikembalikan pada Pak RT. Itu akan jadi data yang mempermudah pengurusan KTP dan KK nantinya.'' Karena kata-katanya itulah, formulir itu esok harinya kami serahkan ke Pak RT. Karena mungkin cepat ngasih formulir itu jugalah, saya dan istri berpersepsi, KTP kami bisa cepat siap. Tapi nyatanya, berbalik beda dengan KK, yang justru kehilangan Syahlan.

Hmm...wajah Ria Saptarika lagi lewat, semoga saja, dia segera bisa membereskan hal ''sepele'' untuk nama Syahlan, agar dia juga bisa memberikan ''penyelamatan'' bagi banyak lagi penduduk Batam yang meraung-raung tiap hari karena nasib KTP dan KK nya yang belum ''terselamatkan.'' Bila tidak, Ria, sepertinya akan susah ''selamat'' di pilkada lagi nantinya...


NB: Mak saya menyebutkan, Syahlan itu, singkatan dari nama beliau Syamsiah, dan nama ayah saya Dahlan Astian. Syahlan juga bisa berarti ''selamat''.

Tidak ada komentar: