Masih Berminat Jadi PNS? ~ sebuah blog yang tahu diri

Kamis, Desember 04, 2008

Masih Berminat Jadi PNS?

Saya terlahir dari keluarga Pegawan Negeri Sipil (PNS). Ayah saya sudah sejak tahun 1998, pensiunan dari PNS. Tak ada yang meneruskan tradisi, kecuali mulai tahun 2004. Ketika Presiden SBY benar-benar bikin bersih penerimaan PNS, maka luluslah adik sulung saya. Itu pun pakai strategi, dia ikut melamar khusus SMA, padahal dia Sarjana Akuntansi. He..he..

Dan tahun ini 2008, istri adik saya itu coba ikut. Hari ini, pengumuman lulus seleksi administrasi ada di semua koran harian di Batam. Saking banyak peserta yang ikut dan tentu saja banyak yang lulus administrasi, huruf-huruf yang dicetak di koran kecil. Perlu kaca pembesar. Itu pula yang banyak dikomplen warga Batam di radio tadi.

Tapi benarkah jadi PNS masih menggiurkan? Kalau baca-baca berita sebelum pengumuman administrasi, kabupaten yang sedikit peminatnya adalah Lingga. Sedangkan Natuna, tak tahu persis, ini kabupaten terjauh dari pusat kota Provinsi Kepri di Tanjungpinang, dan kota industri Batam. Tapi yang mendaftar untuk di Batam, tetap banyak, meskipun tak sebanyak tahun-tahun lalu.

Bisa jadi, tetap mau jadi PNS, tapi tak mau ditempatkan di daerah jauh. Lihat saja nanti, yang lulus PNS untuk Batam, akan khawatir di tempatkan di pulau-pulau sekitar Batam, meskipun pulau itu masih berada di wewenangnya Pemerintah Kota Batam.

Lalu, apa yang dicari dengan jadi PNS, mengapa tak tetap kerja di swasta saja? Bukankah jadi PNS, mereka akan ''ngiler'' lihat saat hari raya, pegawai swasta dapat THR, sedangkan PNS dapat THR dari ''pandai-pandai'' pimpinannya? Bukankah, gaji pertama PNS, malah di bawah UMR?

Namun, bila mengingat omongan ibu teman sejawat saya ketika saya dijemput di Bandara Simpang Tiga Pekanbaru, jadi pembenaran juga mengapa orang tetap memilih PNS. ''Dulu lebih hebat orang sawit. Dua minggu gaji sawit, samo dengan sabulan gaji PNS. Tapi kini, lah tabalik. Enak jugo jadi PNS...''

Nah, di tengah krisis global, di Pekanbaru dan rata-rata di Pulau Sumatera, orang kepayahan dengan bisnis kebunnya. Baik itu sawit maupun karet. Jadi, maklum saja kita, orang kembali memburu PNS. Apatah lagi, Pemko Batam bikin gebrakan dahsyat, menerima pelamar PNS, tanpa perlu KTP Batam. KTP manapun diterima.

Nah, tersebab KTP itu pulalah, teman-teman di kantor menelepon keluarganya di luar Batam untuk mendaftar PNS. Maka, nanti jadilah Batam akan ramai lagi, berbanding aneh dengan kebijakan Pemko Batam yang memberlakukan perdaduk.

He..he.., berlarut-larut dan berbalik-balik postingan ini. Tapi ujungnya tetap sama saja, kemanapun orang tetap akan mencari duit. Duit di dapat dengan gaji. Gaji didapat dengan bekerja. Nah, bagaimana yang tetap ingin jadi pengusaha? Hmm...bisa jadi, yang mendaftar PNS ini, banyak berjiwa bisnis juga. Kan, masih banyak waktu bersantai untuk PNS kan? Bikin KTP di luar Batam bisa satu hari siap, di Batam saja perlu berbulan-bulan. He..he...

3 komentar:

Anonim mengatakan...

terkadang yg menjadi pertimbangan mengapa mereka2 ikut tes CPNS adalah masa kerja. jika tetap kerja di perusahaan swasta, masa kerja cuma bertahan maksimal 2th alias 2X kontrak..gimana bang? yah maklumlah dengan manajemen perusahaan yg spti itu, mana ada pengusaha yang mau rugi..
beruntung kalo perusahaan berbaik hati akan dipermanenkan karyawannya, kalo tidak??pasti nambah lagi pengangguran di kota kita ini.
yah..mudah2an mereka2 yang ikut tes tsb bisa berhasil dan berhasil..akhirnya jadi PNS deh..ujung2nya...kerjanya santai2 deh.. ^_^

mas wisnu dot cum mengatakan...

ass...
ju2...saya berhrap bangtz ma PNS..dimna k2 ortu saya PNS...tapi sayang pelung menjadi PNS itu kecil n g sebading dengan jmlah pndu2k KeP.Riau yg bnyk..y tinggl nasib aj yang brbicara semuanya tentang hidup ini...
slam kenal aj ya pak dr saya
Wisnu Cahyoto..
n sya ingin belajr dri bpak bagaimna cra mengelola blogg yg efektif dan efesien..
http://www.mas-wisnu.co.cc

Adi Riswan mengatakan...

saya dulu jg berharap masuk PNS. Apalah daya ortu gak punya banyak duit buat nyogok. Miris memang, yang diliat berapa sogokannya bukan berapa ilmu + kemampuan. Tapi kalopun ada duit saya gak kan pake buat nyogok, mending buat usaha.

Saya sekarang bekerja di sebuah BUMN, dan saya sangat bersyukur krn dulu gak jadi PNS. Di BUMN kompetensi saya dihargai, kesejahteraan juga terjamin, dapat bonus, uang cuti, THR, pensiun, dll. Dan yg jelas semua itu bisa 5-7x yang diterima PNS (dengan kedudukan yg setara). Disaat PNS berbangga dengan gaji ke-13, kami udah ke 20. Sori bukannya sombong, tapi cuma mau nunjukin bahwa masih banyak kerjaan lain yg lebih baik ketimbang 'invest' sekian puluh juta hanya buat masuk PNS.

So buat teman-temanku yg masih nganggur, ayo jangan menyerah, tingkatkan kompetensi, teruslah berjuang mendapatkan pekerjaan. Jadi PNS itu bagus, tapi masih banyak yg lebih bagus.

Salam kenal mas ade :-)