''Asyik Akhirnya Punya KTP Nasional Sistem SIAK...'' ~ sebuah blog yang tahu diri

Rabu, Februari 20, 2008

''Asyik Akhirnya Punya KTP Nasional Sistem SIAK...''

Begitu bunyi new status message di YM saya sejak pagi tadi. Tanda rasa suka cita yang saya bagi kepada kolega online. Hmm...rupanya, tak ada satu pun yang mengucapkan selamat dengan itu. Tak ada yang merespon. Apakah saya kelewat gembira untuk sebuah Kartu Tanda Penduduk?
Photobucket
Untuk yang kali ini rasanya saya memang bahagia. Bayangkan saja, sejak pindah ke Batam 10 Februari 2000, baru kali ini punya KTP yang alamat rumahnya cocok. Bertahun-tahun saya punya KTP (tentu saja bersama istri), yang alamat rumahnya tak cocok dengan yang ada di KTP tersebut. Rumah kami di Tiban Indah Permai Blok N-43 (atau biasa disebut Tiban BTN), tapi di KTP lama, tertulis Baloi Persero. Terkadang, perlu bertanya setiap mengisi formulir di bank atau di kantor imigrasi ''pakai alamat sesuai KTP atau tidak pak?'' Tapi mulai malam tadi (saat ''petugas'' datang mengantar KTP yang bersistem SIAK ini) maka selesai sudah selalu bertanya itu. Mungkin hanya tinggal soal kebiasaan menuliskan nama informal Tiban BTN saja yang perlu ditulis, agar orang ''ngeh'' ketimbang nama resmi perumahannya Tiban Indah Permai.

Kok, hanya sebegitu saja gembira punya KTP? Hmm...bagi Anda yang bermukim di Batam, maka tahulah. Beberapa bulan ini, Pemko Batam menerapkan KTP bersistem nasional yang biasa disebut SIAK (Sistem Informasi Administrasi Kependudukan). Janji Walikota Batam dan Wakil-nya, jika mengurus KTP hanya cukup waktu satu atau dua hari saja, atau paling lama satu minggu. Tapi nyatanya saya perlu satu bulan lebih. Namun saya maklum, karena pas saya ''mengurus'', bertepatan pula dengan blanko KTP nya habis, begitu juga blanko Kartu Keluarga. Setelah sampai lagi di Batam, ternyata emang benar, KTP saya dan istri langsung selesai. ''Tapi KK nya agak lama ya pak...''
Photobucket
Begitulah ceritanya. Tapi mengapa kok kata petugas dan mengurus dalam tanda petik? He..he..saya menyerahkan pengurusan ini kepada semacam penerima jasa (tetangga tak jauh dari rumah). Saya tak menyebutnya calo. Karena saya memang perlu dia, di tengah kesibukan saya. Apalagi, saya kan ''berpindah'' dari warga Baloi Persero yang Kecamatan Lubukbaja, menjadi warga Kelurahan Tiban Indah, Kecamatan Sekupang (tempat di mana saya justru telah bermukim delapan tahun..he..he...). Banyak urusan pindah kartu KK yang perlu diurus.

Tapi yang jelas, sebelum menyerahkan semua data-data ke penerima jasa itu, istri saya sudah minta berbagai surat dari Sekretaris dan Ketua RT domisili kami. Tentu saja mereka melayani, wong, saya memang warga Tiban (tiap bulan dipungut iuran warga...ha..ha..). Kopian kartu nikah, akte lahir (saya punya surat kenal lahir) hingga ijazah terakhir. Sedangkan KTP asli dan KK asli juga diserahkan. Termasuk juga, saya dan istri telah membuat pas foto terbaru. Saat berfoto, studio dekat rumah tahu untuk KTP, mereka bertanya tahun kelahiran. Saya dan istri tahun kelahiran ganjil, maka latar belakang pas foto warna merah. Semua itu kami serahkan. Nah, si penerima jasalah, yang lalu menguruskan ke pihak Kelurahan Tiban Indah hingga ke Kecamatan Sekupang.

Berapa biaya yang saya keluarkan? Maaf, saya ungkapkan ini ya Pak Wali dan Pak Wakil Walikota. Biayanya Rp200.000 full untuk dua KTP (saya dan istri) juga Kartu Keluarga. Mahalkah? Insya Allah untuk saya relatif tidak (maaf, bagi yang merasa mahal, karena itu relatif ya, maaf). Seperti alasan di atas, di tengah kesibukan, jasa ini sangat membantu.

Apalagi, menjelang saya mau mengikuti Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Jawa Pos Grup (Riau Pos Grup), akhir Februari nanti, KTP sangat perlu. Jadi, ketika diminta biro direksi KTP beberapa hari lalu, saya tak bisa menyerahkan yang asli, hanya foto kopi tersedia. Biro direksi perlu yang asli, untuk discan dan dikirimkan ke Pekanbaru dan Surabaya. Itu yang saya khawatirkan. Bisa-bisa nanti saat acara RUPS saya tak punya KTP asli, tak percaya saya punya jati diri. Hi..hi..hi.Nah, pentingkan KTP itu? Belum lagi kemarin, saya diminta memperlihatkan KTP asli saat pihak BPR Dana Nusantara mau menyerahkan BPKB mobil yang telah lunas dibayar oleh perusahaan tempat saya bekerja. Walah...walah...bayangkan saja kalau tak ada KTP.

Oh ya, KTP SIAK ini ternyata berusia lima tahun. Jadi, perlu waktu lima tahun lagi, baru berganti KTP lagi. Tidak seperti dulu, yang harus dua tahun sekali. Berarti, untuk harga Rp100.000 per KTP tak mahal? (maaf, relatif ya...). Dan yang penting, saya dan istri tidak akan bertanya lagi saat mengisi formulir di mana saja. ''Tulis alamat rumah sebenarnya, atau sesuai KTP ya...''

Heitsss...tunggu...tunggu...bagaimana kalau pindah rumah lagi, tapi tetap di Batam? Walah...memangnya punya dua rumah? Ha...ha...

5 komentar:

Anonim mengatakan...

wa....selamat ya bang dah punya ktp siak ni,...(saya masih ktp kuning nih, malas saya ngurusnya, nanti saja setelah masanya habis bang..hehe)

Seingat saya ...perpanjangan ktp kuning dulu tidak dikenakan biaya bang. Mungkin perpanjangan ktp dari ktp kuning ke ktp siak dianggap pembuatan ktp baru maka dikenakan biaya (dulu pembuatan ktp kuning baru dikenakan biaya Rp 10.000 ++ (kayak hotel aja pake plus2...hehehe)).

Maaf bang saya aga begitu buta masalah ktp siak ni...(walau saya yag mempublis di web dan kecamatan2...hehe ironis ;))

Sekali lagi selamat ya bang..
Wassalam

* sori tadi ga OL karena buru2 ujian di Unrika. Sekarang OL lagi nih di tengah malam buta...lembur2.. huahh...cape dehhe..hehe.

ade adran syahlan mengatakan...

he..he...mantap. kuliah lagi. selamat deh

Deni Manusia Ikan mengatakan...

saya ikut mengucapkan selamat lah... semoga saja saya bisa mengikuti jejak pak ade ber-KTP SIAK... :)

Anonim mengatakan...

Tak mahal ke?? mahal lah tuh bang..di Tanjungpinang, KK Rp. 20.000 kalau KTP tak tau, saye belum buat lagi..hehe...

gharoe_dent mengatakan...

He he heee
selamat bang... selamat...!!
tapi saya lom punya juga neh ampe sekarang, malaz bikinnya, nunggu 2011 ajalah... nunggu KTP Nasional di resmikan pemerintah. 1 KTP untuk Indonesia, biar alamat rumah tetap bang... alamat rumah kampung...

*cinta_kampung.com*