Home is the place in where you create a new memory to remember in your old times. However, finding the right place that suit best to your need and desire is not as easy as you think.
Fortunately, if you know what to do and where to go, to Find the right house in the right place at the right place is actually not that hard. The first thing that you should do first is finding out exactly what you want, such as what kind of house that you want, the neighbourhood that you want to live up to some specific details such as how much bedrooms that you intend or how large the backyard that you expect. After you know exactly what you want about the right house and the right place to live, it is the time to look for the information about which neighbourhood that you intend to live which offers you the best price. You have to consider that a good neighbourhood with good school and shopping mall nearby will cost high, but it is still possible to find the lowest from those high prices.
More important thing that you should remember is always checking on the criminal rate in the area. Moreover, finding as much as possible the information or seeing a professional and reliable home broker before you purchase a house is actually highly recommended.
Kamis, Oktober 01, 2009
Find a House that Suit You Best
Business Web Directory
Internet brings the ease to buy the things they need. We simply need to turn on the computer and connect to the internet. Type in the search engine of the things you want to buy and go to the online store that provides the things you want. You can also go to web directories where you can find many online stores based on their categories. For instance, if you want to search for computer hardware, you can go to the computer category to find the hardware online stores. The web directories are not only helpful for the people who want to buy products online on the online store but also for the online store itself.
The web directory is a place where the online stores promote their products. By using the web directories, the online business can increase the website’s traffic. Furthermore, people can also easily find the products sold by the website from the categories offered in the web directory. Considering the benefits of the web directory for online business, many online businesses use the web directory service to let the public noticed the products and services they offered. So, if you have a business website, you can use the web directory service to promote your products. There are many web directories available on the internet. However, not all of them offering the same service. For instance, in Jasmine Business Web Directory provides many categories including arts and humanities, computers and technology, shopping and e-commerce, and many more.
When you look at Max Free Web Directory, you may find different categories offered. You can compare the service offered by each web directory so that you link your site to the right web directory. In BOTW you may find similar categories like the Max Directory. Furthermore, in Business.com, you may find categories only for business issues.
Selasa, September 29, 2009
Separuh Jiwaku Pergi Dinikmati dengan DVD Player Seken
Akhirnya ada juga pengganti DVD player kami yang rusak. Kemarin bisa beraksi lagi mendengarkan lagu, setelah dapat ganti yang seken. Nah, sekeluarga asyik menikmati lagu barunya Anang, Separuh Jiwaku Pergi. (Dan postingan ini pun untuk ujicoba menarik trafik. he..he...)
http://www.youtube.com/watch?v=7FmLMcKonaM
at 9/29/2009 08:38:00 AM 1 comments
Labels: Pribadi
Jumat, Juli 31, 2009
Mengelilingi Sisi Barat Jawa dan Sumatera
.jpg)

Bulan Juli 2009, jadi bulan penuh jalan-jalan bagi saya. Bermula dari 8 hingga 13 Juli, ke Jakarta dan sekitarnya. Lalu 23 Juli ke Sumatera Barat dan Riau.
Untuk ke Jakarta, bersama keluarga. Malahan, sempat pula merasakan jalan ke Puncak hingga menuju Bandung. Kedua anak saya senang mendapatkan pemandangan yang sejuk. Melihat kebun teh, sawah, meskipun tak sempat turun ke kebun stawberry.
Sedangkan perjalanan ke Sumatera Barat dan Riau, hanya saya sendiri. Ini memanfaatkan perjalanan dinas. Setelah dinas selesai di Bukittinggi, saya melalu jalan darat menuju Pekanbaru, untuk ketemu orang tua.
Dan diakhir Juli, 29-30 Juli menyeberang ke Pulau Bintan menggunakan roro dari Pelabuhan Tanjungpunggur. Nah, di sini mobil yang biasa sehari-hari saya pakai di Batam, bisa ikut dibawa. Asyik juga terasa, bisa membawa mobil Batam menyebrang ke pulau lain.
Apa benang merah dari semua perjalanan saya itu? Kalau dikaitkan dengan politik dan pemerintahan, ternyata, meski berdekatan dengan ibu kota negara, banyak juga daerah di sana yang belum ''semakmur'' yang saya anggap. Karena perjalanan itu melewati jalan yang bukan tol, ketahuanlah, masih banyak juga jalan jelek di Jakarta, Banten dan Jabar. Bahkan banyak juga rumah penduduk yang tanpa penerangan listrik PLN.
Benang merah lain lagi? He..he..., seenak-enaknya kata orang Nasi Kapau di Pasar Lereng, Bukittinggi, bagi saya tetap lebih enak nasi kapau di rumah makan di belakang Masjid Agung Annur, Pekanbaru. He..he...
Karena jalan-jalan, banyak makan-makan, makanya, siap-siaplah berat badan bengkak nih.
at 7/31/2009 05:14:00 PM 0 comments
Labels: Pribadi
Senin, Juni 15, 2009
Tugas pemimpin bukan untuk menguasai seseorang, melainkan menguasai dirinya sendiri. Macam kan betul saje....

Status di Facebook saya hari ini pukul 10.55 WIB: ''Tugas pemimpin bukan untuk menguasai seseorang, melainkan menguasai dirinya sendiri. Macam kan betul saje....'' Cepat dapat respon dari teman-teman. Ada yang langsung ''menjurus'', ada yang cukup mengklik gambar jempol saja.
Lebih dahsyat lagi, ada yang malah menguraikan sifat-sifat Allah di note Facebook-nya, tapi itu juga ''mengarah'' untuk statusnya. Sungguh, reaksi yang ''kejutan'' bagi saya. Apakah ini terkait, karena kita ingin mencari pemimpin baru negeri ini?
Bagi saya pribadi, status FB itu, hanyalah sekelebat pemikiran setelah ''melihat dan merasa'' apa yang terjadi di sekitar saya. Salah satunya saat kecewa dengan akhir film Ketika Cinta Bertasbih (KCB). Betapa tidak, KCB berakhir dengan tulisan ''to be continued...'' alias bersambung. Betapa ternyata lebih kapitalis, ''pengelola'' KCB ketimbang Ayat-ayat Cinta yang justru dianggap hanya ''memendekkan'' novel. Tapi KCB justu ''memanjangkan'' novel, dan kita dipaksa untuk nonton lagi berikutnya.
Hmm...tapi saya harus ''menguasai'' diri. Itulah haknya ''pengelola'' KCB. Dan saya juga, harus mengambil pelajaran dari isi film bagian pertama ini, yakni, kita harus menguasai kehendak sendiri. Dan kayaknya di bagian kedua film itu nanti, bagaimana sang suami menahan ''menguasai'' istrinya. hi..hi...
Di lingkungan lain, dunia kerja, hmm.... pemimpin kadang lupa, hanya di kantorlah mereka pemimpin. Di rumah lain lagi suasana yang dipimpinnya. Bisa jadi, malah dia tidak pempimpin di lungkungan RT nya. Karena ada Pak RT dan ketua komplek misalnya.
Bahkan saat lagi hangat capres sekarang, kita sudah melihat sendiri, bagaimana calon pemimpin kita itu rada susah ''menguasai'' dirinya sendiri. Yang digadang-gadang bakal pemenang dan disebut-sebut lebih kalem, justru juga ''menohok'' keras. he..he...
Jadinya, terpulang pada diri sendirilah. Termasuk saya sendiri, yang tiba-tiba punya kalimat; Tugas pemimpin bukan untuk menguasai seseorang, melainkan menguasai dirinya sendiri. Macam kan betul saje....he.he...
at 6/15/2009 12:17:00 PM 2 comments
Labels: Pribadi
Senin, Juni 01, 2009
Anak Saya Belajar tentang Kebutuhan dan Keinginan
Subuh ini di status facebook saya begini: kebutuhan dan keinginan, dua kata ini ternyata telah jadi pembahasan di buku pelajaran IPS kelas 3 SD. Semoga anak saya memahaminya...
Salut juga dengan pelajaran sekarang. Rasanya itu, saat kelas 3 SD, tak ada pelajaran begitu. Tapi kalau prakteknya, pastilah saya telah mengalami dibanding anak saya. Bagaimana banyak kebutuhan (need) dulu harus ditahan, dan akhirnya hanya sekedar jadi keinginan (want). Salah satunya, bagaimana saya dulu menginginkan gitar.
Saya ceritakan pada anak saya, tentang itu. Dia manggut-manggut.
at 6/01/2009 09:46:00 AM 0 comments
Labels: Pribadi
Kamis, Mei 07, 2009
A Guide for Internet Advertising
All of us might understand the economical principal of “spending less to get more” means that we have to find ways to spend less effort or cost in order to get big benefit or financial advantages. This method must be had by the entrepreneur to get high benefit. The concept is also goes for the advertising. Some company use mail or phone for their advertising media. Unfortunately, this media does not give so much contribution to the selling rate.
Many entrepreneurs are turning their advertising on the internet advertising. With advertise their products on the internet, they don’t need to handle tons of paper and spend money for the delivery service. By advertising on the internet, we can handle the advertising in our table and dealing with our increasing selling rate as the result of effective advertising.
We can learn about the strategy, tips and get the valuable information on an article entitled The Cost of Doing Internet Advertising and Business in the Web-Articles.info. The article describes us the advantages of using internet as our advertising media. With the clear description, it can be a best guide for small or established business to introduce their company to the society. Many successful entrepreneurs had taking the advantages form the internet advertising; it is time for us to start ours.
Minggu, Mei 03, 2009
Atlanta Plumbing Service

If you are an Atlanta homeowner who has a problem with your plumbing system, there is a plumber which able to provide you the best service on fixing your plumbing problem. Plumbing problems should be handled as soon as possible. It can increase the humidity of your room which will arouse the growth of mildew and bacteria in your home. If you really care about your family’s health, you had better ask for professional help and don’t try to fix it by yourself if you are not sure, or you will just make it worse.
The Atlanta Plumber just like the one which referenced at the atlantagaplumbing.org will be able to help you fix your plumbing problems with the quick and efficient service. Just like you can see I this website, the Atlanta Plumber is specialized in plumbing system repairs and installation.
They can also handle your need of sewer, drain cleaning repairs and installation, gas piping repairs and installations, and many other services. Setting water heater for your home can be quite risky if you cannot do it properly, this Atlanta plumber will also able to help you with this problem so you can have everything handled properly. The high quality at low cost service will be very helpful especially if you are too busy to maintain your pluming system. Rely on the professional ones and rest assured for your family’s health and comfort.
Rabu, April 08, 2009
Ketika Pesan Bola Pak Saleh AS Masih Menggema di Hati Saya
Magrib kemarin, teman saya yang pernah jadi reporter olahraga Riau Pos, Candra Ibrahim (sekarang sama domisili di Batam), mengirimm pesan via chating. ''Pak Saleh AS meninggal.'' Ingat Saleh AS, ingat PSPS. Cepat saya cari info lengkap. Teman kuliah, yang dekat rumah dengan Pak Saleh membenarkan.
Begitu juga, Philep Hansen, mantan pemain PSPS yang juga mantan tetangga saya di Pekanbaru, menginformasikan lebih lengkap. ''Oh ya, lupa aku beritahu kau, De. Ketua PSPS yang dulu, Pak Iskandar dan lain-lain aku beritahu. Kami barusan dari sana. Semua datang, semua mantan pemain PSPS seperti Margono dan lain-lain datang. Kau saja tak datang.''
Sedih juga dibilang, ''kau saja tak datang''. Pak Saleh bagi saya adalah nara sumber utama dan salah satu yang pertama ketika mengawali karir sebagai reporter olahraga di Riau Pos, Agustus 1992. Teringat, bagaimana semula dia tak percaya bahwa saya adalah termasuk anak didiknya di sekolah sepakbola milik PSPS (saat itu saya masih SMP). Saking penasaran, dia buka arsip-arsip sekolah itu dan terbuktilah, ada data saya dan bahkan ada pas foto saya.
Ketika PSPS masih divisi kampung (Divisi II), saya tahu persis, siapa sebenarnya yang menggelar kompetisi antarklub. Beliau sudah datang duluan ke Stadion Hang Tuah dengan sepeda bututnya. Jauh lebih duluan datang ketimbang pengurus lain. Di stadion yang ada hanya, karyawan pengelola stadion, dan maaf (saya boleh nyombong), saya turut hadir, karena memang tugas saya meliput. Sesekali tentu saja saya membantu beliau mengangkat meja, dan kursi untuk wasit dan inspektur pertandingan.
Dan bagaimana keras hati beliau untuk tetap menggelar kompetisi, meskipun sering ''diancam''. Apalagi jika yang bermain klub-klub dari ABRI (zaman dulu itu, tahun 1992 ke atas). Ada dua klub anggota divisi utama PSPS yang dari angkatan. Pak Saleh sering susah nyusun jadwal. Karena kedua klub angkatan itu, selalu minta waktu bertanding, yang tidak pas saat mereka sibuk. Misalnya karena sibuk pengamanan presiden atau karena latihan perang (dulu kan sering latihan perang di Riau).
Banyak kisah lain, termasuk, ''tak malunya'' beliau mendatangi ketua PSPS di zaman itu (sering berganti) baik itu walikota, komandan Kodim dan lain-lain dengan sepedanya. Beliau mengingatkan soal kompetisi dan mencari dana kepada para ketuanya itu.
Susah bagi saya melupakan Pak Saleh. Bahkan, ketika saya sudah ditugaskan di Batam tahun 2000, beliau sempat-sempatnya menelepon saya. ''Bikin jugalah maju PS Batam, De. Masuk jadi pengurus.'' Pesan itu sekitar tahun 2003, ketika beliau sudah jadi pengurus Pengda PSSI Riau.
Pesan yang terus terang susah saya laksanakan. Tapi saya tahu inti pesan itu sebenarnya. Yakni, di manapun saya berada, hati saya harus mencintai sepakbola Indonesia. Saya harus terus menggalang fanatisme sepakbola daerah, minimal dengan tulisan-tulisan saya, meskipun tak jadi pengurus bola.
Ooh, merinding bulu kuduk saya, mengingat semuanya. Termasuk ketika saya ''berani'' menyindirnya, yang kayak sendirian saja mengurus bola, mengurus PSPS. Dan ketika PSPS berjaya, dia bisa memaklumi, ketika orang-orang melupakannya***
*****
Hari ini, Riau Pos pun menuliskan tentang Pak Saleh. Silakan simak di http://riaupos.com/main/index.php?mib=berita.detail&id=6641
Obituari M Saleh AS, Pengabdi Sepakbola Riau
Sempat Kecewa Baju PSPS Berubah Warna dan Corak
Laporan DENNI ANDRIAN, Pekanbaru
Salah seorang pengabdi sepakbola Riau telah berpulang ke rahmatullah. Saleh AS namanya. Pengabdiannya untuk sepakbola Riau tak ada duanya, tapi mungkin sudah banyak yang melupakan semua pengabdiannya itu.
KETIKA PSPS masih berkutat di Divisi II dan Divisi I sekitar 10 tahun silam, sebuah sepeda tua selalu parkir di areal parkir Kantor Gubernur. Ternyata, sepeda tua tersebut milik Sekretaris Umum PSPS Perserikatan, Muhammad Saleh AS.
Pria kelahiran Medan 12 Oktober 1932 ini, tak lelah mendayung sepedanya dari sekretariat PSPS Perserikatan yang saat itu terletak di Stadion Hang Tuah menuju Kantor Gubernur untuk menyampaikan surat ke Pembina PSPS, Saleh Djasit dan Ketua Umum PSPS Tengku Lukman Jaafar.
Tapi, aksi Saleh AS ini bersama sepeda tuanya tak terlihat lagi di tahun 2000. Pasalnya, kakek empat cucu ini dihadiahkan Gubernur Riau saat itu, Saleh Djasit sebuah sepeda motor grand. Kegiatan Saleh untuk urusan PSPS bersama Honda Grand-nya tersebut hanya berjalan setahun karena di tahun 2002, suami dari Zukrin berhenti dari Sekretaris Umum PSPS.
Tak dipakai di PSPS, bukan berarti Saleh meninggalkan kegiatannya untuk mengurus sepakbola. Ketelitiannya dalam hal mengurusi administrasi pemain sepakbola dan lainnya dimanfatkan Pengprov PSSI Riau. Di tahun 2003, PSSI Riau memakai tenaganya untuk mengurus sekretariat. Kegiatan ke PSPS berkurang, Saleh AS hanya bolak balik ke KONI Riau untuk urusan PSSI Riau.
Ayah empat anak ini tetap peduli dan terus mengikuti perkembangan PSPS. Ketika PSPS degradasi ke Divisi I dua tahun silam, Saleh cukup kecewa. Saat bercerita dengan Riau Pos beberapa waktu silam, ia juga sempat menantang PSPS untuk tampil di Copa Dji Sam Soe, agar PSPS bisa fokus dan berprestasi di Liga Indonesia.
Saleh memang sudah mendarah daging dengan PSPS. Sekecil apapun hal yang menyimpang selalu ia ketahui. Tapi apa daya, dirinya memang sudah tak punya kekuatan untuk berbuat. Ia sempat memprotes berubahnya corak kostum PSPS tampil di Liga Indonesia.
Kostum kebesaran PSPS saat ini, sudah meninggalkan garis biru putih yang memang sudah dirancang sejak PSPS terbentuk. Padahal garis putih biru sebanyak tujuh garis tersebut melambangkan tujuh kecamatan yang ada di Pekanbaru waktu yang telah sama-sama mendirikan PSPS.
‘’Saya pernah bicara dengan Pak Saleh tentang baju ini. Memang dia protes,’’ ujar salah seorang mantan pemain PSPS, Waldos Kenedi. ‘’Beliau pernah bilang, kalau memang mau diubah maka sesuaikan dengan sejarah mengapa garis tujuh biru putih itu dibuat,’’ tambah pria yang cukup dekat dengan Saleh AS saat PSSI Riau menggelar Lisensi B, Februari lalu ini.
‘’Yang saya salutkan dari Pak Saleh adalah ketelitiannya dalam hal administrasi. Hingga saat ini, saya belum menemukan sekretaris organisasi sepakbola sebagus dia dalam hal mengurus administrasi. Saya rasa, data mengenai pemain PSPS dulu masih ada sama beliau’’ ujar Oyong Ezeddin, mantan pengurus dan pemain PSPS yang sempat lama bekerja dengan Saleh AS . Kini perhatian Saleh terhadap PSPS berhenti. Selasa (7/4) pukul 02.30 WIB, Saleh AS menghembuskan nafasnya yang terakhir di RSUD Arifin Ahmad karena serangan jantung. Saleh sempat dirawat lima hari di Santa Maria dua bulan lalu.
Namun, ia diizinkan pulang karena kondisinya mulai membaik. Namun, ia kembali sakit dan dirawat di RSUD selama lima hari sebelum meninggal, Selasa (7/4) dinihari. ‘’Bapak sempat meminta saya mengumpulkan orang bola dan kerabat karena ia merasa sakitnya sudah tak bisa diobati,’’ ujar anak keduanya, Firman Saputra yang akrab disapa Kaka ini.
Menurut cerita Ahmad Sayuti (anak kedua Saleh AS), penyakit jantung ini baru didapatkan ayahnya awal tahun ini. Padahal, dia belum pernah melihat ayahnya sakit keras atau opname di rumah sakit. ‘’Seumur hidup saya, belum pernah lihat bapak sakit keras. Kalau ada pun, sakit-sakit biasa saja,’’ jelasnya.
Saleh AS lahir, 12 Oktober 1932 di Medan. Ia lama merantau di Aceh Sigli selama 10 tahun, di Medan 15 tahun dan selanjutnya pindah ke Pekanbaru sejak tahun 1955. Ia sempat pindah ke Bengkalis tahun 1959 selama satu tahun setengah dan kemudian kembali ke Pekanbaru.
Saleh AS mulai di PSPS 1969 sebagai Sekretaris Umum. Ia juga sempat menjabat sebagai Sekretaris Umum Persires Rengat. Sebelum ke Riau, Saleh sempat menjadi wartawan Dobrak di Medan tahun 1955 dan memiliki tim sepakbola Basoka di Medan. Saleh meninggalkan empat anak, empat menantu dan empat cucu.
Keempat anaknya adalah Ir Ahmad Sayuti, Firman Saputra, Syahroni dan Sukma Saridewi. Sementara empat cucunya adalah Murniyenti, Andriani, Rosita dan Ir Saiful. Selamat jalan pak saleh, jasamu akan selalu dikenang pendukung PSPS.***
at 4/08/2009 10:30:00 AM 4 comments
Labels: Pribadi
